Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Setelah Karantina Wilayah, Jember Juga Larang Warga Mudik

Bupati Jember dr. Faida, MMR meninjau persiapan Jember Sport Garden (JSG) sebagai tempat karantina bagi pendatang yang nekat mudik ke Jember Sabtu (4/4/2020). Foto : Humas Kab. Jember
Jember - Pemerintah pusat telah mengimbau agar warga perantau tak kembali ke kampung halaman, namun gelombang kedatangan warga Jember yang bekerja di luar daerah tak bisa dibendung lagi. Termasuk mereka yang bekerja di daerah zona merah virus korona (Covid-19), seperti Bali, Surabaya, dan Jabodetabek.

Pemberlakukan pemudik dari zona merah akan dikarantina sudah dimulai, ini menyusul telah diaktifkan Tempat Karantina di Jember Sport Garden (JSG), Sabtu (4/4/2020) kemarim.

Menurut Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, pulihnya kondisi seperti semula, akan cepat terjadi, apabila semua tertib menjalankan protokol kesehatan dan pencegahan, untuk itu Bupati berharap, agar masyarakat Jember yang berada di luar kota untuk tidak pulang kampung halaman di Jember.

“Karena itu, tetaplah di kota masing-masing, tidak usah mudik, tunda sampai keadaan lebih aman, sayangi keluarga anda, sayangi teman-teman anda, sayangi kota masing-masing, dan jaga diri anda, jangan mudik, tetap di kota masing-masing,” ungkap Bupati Faida saat meninjau ruangan JSG yang menjadi ruang isolasi.

Karena, lanjutnya, Jember yang sudah terkendali dan aman ini, bisa berjalan lebih tertib, tetaplah di kota masing-masing, doakan keluarga dalam keadaan baik-baik saja.

“Semoga dalam waktu secepat mungkin kondisi bisa pulih kembali,” katanya.

Kondisi Jember saat ini, masih menurut Faida, sudah terkendali cukup baik, masjid-masjid tetap bisa berjalan, pengajian sudah tertib, tidak ada orang berkumpul dalam jumlah yang banyak, bahkan acara pernikahan ditunda, pasar-pasar sudah ditata sesuai ketentuan.

“Pengendalian ini agar kasus Virus Corona tidak semakin meningkat, jika tidak dikendalikan, masa isolasi akan lebih panjang lagi, maka kami diminta kerjasamanya, warga yang datang dari kota yang masuk zona merah akan menjalani isolasi selama 14 hari di JSG, ” tandasnya.

Faida menerangkan, operasional karantina ini melibatkan sejumlah pihak, mereka dapat dikenali dari alat pelindung diri yang dipakai, Alat Pelindung Diri (APD) warna putih untuk tim medis, Baju berwarna coklat untuk Polri dan Baju warna hijau untuk TNI.

“Sementara petugas yang memakai jaket dalam tim penapis (screening) depan pintu masuk, semua ini kolaborasi yang dilakukan untuk memastikan JSG, sebagai ruang isolasi massal,” terangnya.

Kembali ia menyebutkan, mulai Minggu pagi, 05 April 2020, posko-posko di lima pintu masuk Jember akan mengirimkan warga yang berasal dari zona merah ke tempat karantina dan pengiriman menggunakan transportasi khusus.

“Termasuk ODP ringan, tetapi ODP yang perlu perawatan tidak di JSG sedangkan ODP yang memerlukan perawatan, masuk ke RS dr Soebandi Jember,” ujarnya. (MM/Humas)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.