Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Takmir Masjid di Semarang Membuat ATM Beras untuk Meringankan Beban Masyarakat Terdampak Covid-19

Masjid Ash Shoffat Tejosari, Banyumanik, Kota Semarang membagikan beras kepada masyarakat miskin di sana. Foto : Ist
Semarang - Kesadaran masyarakat untuk meringankan beban sesama yang kurang beruntung di tengah pandemi covid-19 rupanya semakin marak.  Tidak hanya lembaga pemerintah namun juga kelompok masyarakat juga melakukannya.

Salah satunya takmir Masjid Ash Shoffat Gedawang melakukan terobosan dengan menginisiasi pembentukan dan pengadaan ATM beras bagi warga wilayah Tejosari, Banyumanik, Kota Semarang.

Bagi warga yang sudah terdaftar berhak mendapat 1 kg beras setiap harinya.

"Ini merupakan sumbangan dari warga dan donatur yang kemudian kami berikan kepada warga yang membutuhkan," kata  Ketua Takmir Masjid Ash Shoffat Jl Tejosari Raya, Basuki Cahyo Argo di sela-sela pembagian sembako dan sosialisasi pencegahan Covid -19 di halaman masjid, Minggu (19/4/20).

Ia menambahkan, para penerima bantuan beras ini merupakan warga yang benar-benar membutuhkan, misalnya tidak bisa lagi bekerja karena wabah virus ini.

Setiap penerima yang sudah mengambil, kartunya akan diberi tanda dan hari berikutnya dipersilakan untuk mengambil lagi 1 kg per orang.

Sebelum menerima bantuan sembako, sebanyak 180 warga mendapat sosialisasi dari petugas Puskesmas Gedawang mengenai cara mencuci tangan hingga menjaga asupan gizi.

Dalam proses pemberian sembako warga juga antri secara teratur dengan tetap menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Selain kepada warga, bantuan juga diberikan kepada penghuni panti asuhan yang berada tak jauh dari lokasi.

"Waktu kami melakukan penyemprotan disenfektan di mushola dan rumah warga, kami mendapat informasi pasokan bahan pokok di panti asuhan menipis, maka pengurus dan warga langsung tergerak untuk membantu," kata  Basuki.

Ia mengatakan, pengurus takmir masjid tersebut juga membuka hotline untuk konsultasi kesehatan bagi warga yang ragu-ragu untuk periksa ke rumah sakit.

Nantinya, ada tim khusus yang  memantau kondisi kesehatan melalui hotline di 081325199991 ini.

"Kami jamin identitasnya dirahasiakan," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga membuka layanan konseling psikologi khususnya bagi masyarakat yang terdampak wabah Corona ini.

Sementara itu, Kristiani (38) warga sekitar yang mendapat bantuan merasa senang karena sudah hampir satu bulan ini berhenti berdagang lantaran sepi pembeli, padahal ia harus menghidupi empat anaknya.

"Untuk tiga hari ke depan bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga, semoga masih ada bantuan buat kami terutama dari pemerintah," pungkasnya.

"Jumlah penerima rata-rata per hari 180 orang dan akan terus diberikan sejauh ada donasi dari masyarakat yang bisa disalurkan," tambahnya.

Menariknya, beras maupun sembako yang dibagikan ini dibeli dari warung-warung di sekitar masjid. Dengan begitu, diharapkan perekonomian warga juga tetap bergerak sesuai dengan tujuan kegiatan ini yakni bermanfaat bagi sesama.

"Selain beras gratis, kami juga membagikan bahan pokok lain seperti minyak, gula dan mie instan seperti yang hari ini kami lakukan," imbuhnya.(RM/RED)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.