Header Ads

https://daihatsu.co.id/

20 Tahun Masyarakat Pesisir Pantai Reseh dengan Kondisi Talut Penahan Ombak

Puluhan talut yang rusak oleh ombak tan belum tersentuh pembangunan oleh Pemkab Tidore. Foto : Sukadi.
Tidore - Selama 20 tahun talut penahan ombak Kelurahan Payahe, Kecanatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, terlihat kurang diperhatikan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep), hingga pada saat musim ombak rumah warga di sekitar pantai harus menerima risiko rusak.

Hal ini diutarakan oleh salah satu pengurus Geram-Oba Muhammad Guntur Dano. Kepada media ini M. Guntur Dano mengatakan, talut penahan ombak yang ada sudah mengalami kerusakan parah selama 20 tahun lebih. Dano menandaskan, hingga saat ini belum ada sentuhan dari  Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Dia juga menjelaskan, melalui Musrenbang Pemerintah Kelurahan maupun Pemerintah Kecamatan sudah seharusnya talut dimasukan dalam pembahasan, sebab ini menyungkut dengan kebutuhan warga setempat. "Cobalah Pemerintah lebih peka lagi dalam melihat kebutuhan masyarakat yang perlu cepat diprioritaskan dan tidak," ungkap Guntur Dano.

Kondisi talut penahan ombak yang sudah rusak parah ini, bisa berpengaruh pada perumahan warga. Apabila musim ombak, perumahan warga di pesisir pantai retak-retak.

"Kasihan mereka yang hidup didekat pantai, jika sudah musim ombak, kegelisahan itu terlihat jelas di wajah mereka, rasa ketakutan rumah mereka terkana hempasan ombak pantai," ungkap Guntur.

Lebih lanjut ia mengutarakan, mereka sudah meminta kepada Pemerintah Kelurahan, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten agar bisa melihat kebutuhan mendesak dan tidak mendesak, sehingga kerja-kerja pemerintah itu terstruktur dan sistimatis.

Bukan cuman itu, masyarakat Kelurahan Payahe berharap kepada DPRD Kota Tidore Kepulauan, terutama mereka yang berasal dari daerah pemilihan 2. "Jangan hanya tinggal diam, kami butuh sentuhan baik dari kalian sebagai wakil rakyat kami," tandas Guntur.

Hal yang sama disampaikan Rahmat, salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan talut. Ia manyatakan bahwa sudah begitu lama talut ini dibiarkan begitu saja, tidak pernah di perbaiki, dia mengkhawatirkan jangan sampai terjadi ombak besar yang berisiko rumah kita.

"Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tikep agar segera memperbaiki talut di depan maupun samping rumah kami," ujar Rahmat.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.