Header Ads

https://daihatsu.co.id/

4 Provinsi 25 Kabupaten/Kota Dipersiapkan untuk New Normal

Panglima TNI dan Kapolri mendamping Presiden Joko Widodo dan Gubernur Anies Baswedan saat meninjau stasiun MRT M.H. Thamrin, Selasa, 26 Mei 2020. Foto : detik
Jakarta - Selasa, 26 Mei 2020 ini, Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan Panglima TNI dan Kapolri meninjau stasiun MRT M.H. Thamrin Jakarta.

Mereka meninjau kesiapan DKI Jakarta untuk menuju transisi menjadi new normal setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai pada 4 Juni 2020 mendatang.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, mulai Senin, 26 Mei 2020, akan dilibatkan TNI dan Polri untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan. Hal itu dalam rangka persiapan kondisi new normal di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota di Indonesia.

Daerah-daerah yang dipersiapkan new normal itu kondisinya R0 sudah di bawah 1 dan dalam persiapan ini diharapkan tetap di kondisi di bawah angka 1.

Empat provinsi yang akan dipersiapkan untuk kondisi new normal itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

Pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan pihaknya menekankan keberhasilan pengakhiran PSBB hingga 4 Juni 2020 itu tergantung pada kedisiplinan masyarakat. Apabila dalam dua minggu terakhir ini kondisi R0 senantiasa di bawah 1, maka masa transisi menuju new normal akan dilaksanakan. Namun, apabila kedisiplinan masyarakat kurang maka dimungkinkan PSBB bisa diperpanjang lagi dan kondisinya akan berulang seperti masa PSBB sebelumnya.

Panglima TNI Masekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihakya bersama dengan Kapolri akan memantau tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19).

Penegakan disiplin itu akan ditingkatkan dari waktu-waktu sebelumnya. Aparat gabungan TNI, Polri dan gugus tugas akan lebih dioptimalkan di titik-titik yang ditentukan, misalnya di pusat keramaian seperti mal, pasar, stasiun, terminal, bandara dan pusat keramaian lainnya.

Ia mencontohkan, mal dibuka namun kapasitasnya akan dikurangi. Misalkan, kapasitas mal sebelumnya itu seribu pengunjung, maka akan dibatasi menjadi hanya 500 orang saja. Begitu pula dengan rumah makan, misalnya sebelumnya kapasitas 200 orang maka akan dibatasi hanya 100 orang saja pengunjungnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.