Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Ahli Hukum Pidana : Unsur Pidana dalam Video Prank Ferdian Youtuber Sampah Sudah Terpenuhi

Youtuber asaal Bandung membuat konten yang merendahkan orang lain, kini dia bersama rekannya menjadi DPO. Foto : Ist.
Jakarta - Dalam beberapa hari ini publik dibuat geram dengan kehadiran video prank youtuber asal Bandung, Ferdian Palenda. Dalam video itu Ferdian dan rekannya membagikan kardus mie instan yang berisi sampah dan batu kepada waria di jalanan.

Sontak, aksi tak terpuji itu mendapat hujatan. Bukannya minta maaf, malah sang youtuber dalam instastory instagramnya berpura-pura minta maaf atas yang ia perbuat dan seolah melecehkan terhadap siapa yang menonton aksinya itu.

Akibat ulahnya itu, ia kini diburu Polisi. Ada laporan dari penerima bingkisan prank itu, kemudian Polrestabes Bandung pun gerak cepat.

Salah satu temannya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni TB. Ia juga telah ditahan di Mapolrestabes Bandung. Kini, Polisi sudah menetapkan Ferdian bersama A temannya sebagai DPO (Daftar Pencairan Orang).

Entah lantaran pandai menghilang, keberadaan Ferdian hingga kini belum juga diketahui.

Mengenai perbuatan youtuber ini, pakar hukum Universitas Al Azhar Indonesia Dr. Suparji Ahmad ikut prihatin atas aksi mereka. "Peristiwa tersebut bertentangan dengan hukum maupun etika, karena di tengah kehidupan masyarakat yang sangat sulit ada yang melakukan perbuatan tidak sesuai dengan etika dan moralitas.masyarakat tentunya mengharapkan bantuan sembako, tetapi yang didapat batu atau sampah. Aparat penegak hukum hendaknya mengusut peristiwa tersebut dan mencari pelakunya untuk dijerat pidana," ujar Dr Suparji Ahmad.

Perbuatan Ferdian dan rekannya itu dapat dijerat dengan Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. Sementara untuk sanksi pidananya terdapat dalam Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perusabahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pada Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 disebutkan bahwa : "Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,- (dua belas miliar rupiah)".

Sementara itu, untuk Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 disebutkan : "Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Menurut Dr. Suparji Ahmad, apabila mencermati ketentuan dan melihat konten video youtube, Ferdian dan rekannya dinilai memenuhi unsur pidana itu. Lantaran hal itulah Polisi telah menetapkan Ferdian dan rekannya A sebagai tersangka. Mereka kini sedang diburu untuk diminta pertanggung jawabannya.(RED)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.