Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Aksi Masyarakat Desa Gita Raya Kota Tikep Tuntut Transparansi ADD untuk Covid-19 Berujung Pemukulan

Warga masyarakat Desa Gita Raya, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (14/5) malam  menuntut agar penggunaan ADD untuk covid-19 dibuka secara transparan. Foto : Sukadi Hi Ahmad. 
Tidore - Anggaran penanganan pandemi covid-19 kali ini disoal kembali. Pada Kamis (14/5) kemarin, warga masyarakat Desa Gita Raya, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menyoal anggaran dana desa (ADD) yang diperuntukkan buat penanganan covid-19. Mereka menuntut transparansi dalam pengelolaan ADD itu. 

Masyarakat Desa Gita Raja yang menamakan diri FPPMG (Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Gita) meminta agar pemerintah Desa terbuka dalam pengunaan dana desa. Menurut Sekretaris Umum FPPMG Iwan Saumur, mereka sebenarnya sudah pernah menggelar rapat bersama aparat pemerintah desa. Namun, lanjut Iwan, hasil pertemuan itu tidak ditindak lanjuti oleh Pemerintah Desa Gita Raja.

Iwan mengemukakan, lantaran tidak ditindaklanjuti maka pihaknya menyurati ke struktur inti yakni Kepala Desa Gita Raja untuk meminta kejelasan soal anggaran Covid-19 dari ADD.

Dirinya dan FPPMG tak juga ditemui aparatur Pemerintah Desa Gita Raja. Menurut Iwan, dia dan rekan-rekannya malah dihadang oleh sebagian masyarakat dan oknum aparatur Pemerintah Desa Gita Raja.  Mereka bahkan mendapatkan tindakan pemukulan.

Pada saat kejadian itu, masih menurut Iwan, Kepala Desa Gita Raja dan Ketua BPD berada di sana dan hanya menyaksikan kejadian itu saja.

"Padahal jika dilihat secara aspek hukum seluruh tahapan telah dilalui oleh FPPMG, mulai dari meminta pertemuan secara lisan sampai menyurat secara resmi namun Pemerintah Desa tetap  bersikeras menolak audiensi dengan FPPMG," ungkap Iwan Saumur.

Lantaran hal itulah, FPPMG melaporkan kejadian pemukulan itu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Oba. FPPMG menuntut tiga poin yakni,  agar Polsek Oba segera memproses secara hukum terhadap pelaku pemukulan kepada mahasiswa, meminta Polsek Oba untuk menerapkan sanksi tegas terhadap pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku, dan meminta Polsek Oba untuk dapat mengusut tuntas dalang dibalik dari kekacauan yang terjadi.(LAK)

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.