Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Aliansi Ummat Islam Karanganyar Dukung Kebijakan Bupati Perbolehkan Sholat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan

AUIK Karanganyar dukung kebijakan Bupati untuk mengizinkan sholat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan. Aksi dilaksanakan selepas Sholat Jumat (22/5). Foto : Suara Merdeka
Karanganyar -
Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK) yang terdiri dari berbagai elemen organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI), Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Tabligh, pondok pesantren dan lainnya berorasi memberikan dukungan atas keputusan Bupati Karanganyar Juliyatmono soal izin Shalat Idul Fitri bagi umat Islam Karanganyar pada 1 Syawal mendatang.

Mereka juga menyatakan dukungan untuk Bupati agar tetap konsisten pada kebijakannya itu, dan sebaliknya mereka mengecam sikap Gubernur Ganjar Pranowo yang menyesalkan kebijakan Bupati Juliyatmono tersebut serta berharap keputusan itu diubah.

Fadlun Ali, Koordinator AUIK bersama sejumlah pengurus dan sekitar 100-an anggota masyarakat mengadakan Shalat Jumat di bekas lokasi Masjid Agung yang akan segera dibangun lagi.

Setelah itu mereka berorasi dan membacakan pernyataan sikap dukungan itu.

Mereka juga memasang spanduk dukungan itu di sekeliling Alun-Alun yang akan dipakai salat dengan Khatib/Imam Bupati Juliyatmono.

Dalam pernyataan sikap itu mereka menilai selama ini ada sikap mendua yang ditunjukkan pemerintah dalam menghadapi Covid-19 ini.

“Di satu sisi ada pelonggaran transportasi, pasar, mal, supermarket, tempat hiburan, namun di sisi lain pemerintah melarang umat beribadah di masjid. Seakan menuduh masjid biang penyebaran virus,” tegas Fadlun Ali.

“Padahal semestinya dengan adanya wabah ini, umat diajak semakin dekat dengan Allah, semakin tekun beribadah, jamaah ke masjid, tadarus, mendengarkan taklim, walaupun harus tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

AUIK dalam masalah Covid-19 ini tetap mendukung seruan MUI untuk tidak shalat berjamaah di masjid bagi wilayah yang masuk zona merah dan wabah Covid-19 belum terkendali.

Namun bagi wilayah yang sudak bisa mengendalikan virus ini seyogyanya diperbolehkan shalat di masjid atau di tanah lapang dengan menjaga protokol kesehatan.

Berdoa Bersama

Sebelumnya diberitakan, kebijakan Bupati Karanganyar yang memberikan izin shalat Idul Fitri karena wabah sudah terkendal.

Daerah yang menjadi titik penyebaran virus sudah diketahui dan terkendali, cenderung stagnan dan menurun. Karena itu sangat setuju jika diizinkan.

Sebaliknya AUIK mengecam surat pernyataan Gubernur Ganjar yang meminta agar kebijakan Bupati Karanganyar itu dikoreksi dan mencabut izin boleh mengadakan shalat Idul Fitri tersebut.

Seraya berdoa kepada Allah agar wabah segera diangkat dari bumi Indonesia, AUIK meminta pemerintah agar konsisten menegakkan aturan soal Covid-19 tersebut.

Mendukung Bupati Karanganyar untuk tetap konsisten dengan kebijakan tersebut.(SMS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.