Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Bertemu Manajemen PT IWIP, Bupati Halteng Bahas Berbagai Persoalan

Bupati Edi Langkara beserta manajemen PT IWIP. 
Weda - Usai Shalat Jumat Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara dan Abd Rahim Odeyani , serta beberapa pimpinan SKPD terkait Pemda Halmahera Tengah, mengunjungi PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park ( PT. IWIP ) di Desa Lelilef Kecamatan Weda Tengah, Jum;at (29/05/2020).

Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan bertemu dengan President Direktur PT. IWIP Xiang Binghe dan Vice President Kevin He, serta beberapa manajemen perusahaan tersebut diantaranya GM Publik Reletaion Marlon Kandouw, HR Manejer Roslina Sangaji, Manager Security Juona Untu Dengah, Deputy Manager External Relation Rizkie Chandrahayat, Ketua SPSI PT.WBN Kasim Abdullah, dan Ketua SPSI PT.IWIP Aksan Adam.

Bupati menyempaikan bahwa dalam pertemuan tersebut Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah membahas berbagai permasalahan baik itu dari pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat.

Ada beberapa permasalahan yang dibahas yaitu soal karyawan, recruitment tenaga kerja, pembebasan lahan, bantuan listrik dari perusahaan dan sosial ekonomi.

Bupati Edi Langkara mengatakan, terkait dengan masalah lahan masyarakat, kemarin pihak pemerintah kabupaten sudah menyampaikan kepada beberapa perwakilan tokoh masyarakat (Marlon dan Riski) yang memiliki lahan. Pada pertemuan itu, pemerintah sudah memutuskan kepada masyarakat agar kembali ke rumah masing-masing, biar pemerintah yang akan bertemu dengan pihak PT IWIP untuk mebicarakan hal ini. Sehingga pada hari ini pemerintah bertemu dengan PT IWIP.

Bupati menegaskan bahwa sebagai pemerintah, pihaknya mendukung PT IWIP untuk memperluas area usaha industrinya, namun harus memperhatikan aspek norma dan perundang-undangan. Termasuk koordinasi dengan Pemerintah Daerah sehingga ada apabila ada permasalahan pemerintah bisa menjembati dalam penyelesaiannya.

"Hari ini kami datang untuk menyelesaikan agar tidak berlarut-larut, dan hari ini juga kami menunggu pihak PT IWIP untuk menyelesaikan baik itu secara lisan maupun secara tertulis dan kita sepekati dulu baru kita umumkan ke publik, agar pihak perusahan, pemerintah dan masyarakat merasa nyaman," papar Edi Langkara.

Perusahan harus berkordinasi dengan pemerintah sehingga kami punya data untuk memperhatikan dan mengamankan, karena ini mempunyai tanggung jawab negara melalui Menko Kemaritiman kepada Pemerintah untuk berkordinasi memperluas lahan industri kurang lebih 500 hektar.

"Jadi, pemerintah membutuhkan adalah kordinasi dari pihak perusahan untuk mengamankan investasi ini," tandasnya.

Terkait dengan tenaga kerja, pemerintah meminta agar para calon karyawan itu harus mengurus kartu tenaga kerja di Dinas Ketenagakerjaan Halteng. Hal ini dimaksudkan agar Pemerintah Kabupaten Halteng bisa mendapatkan data tenaga kerja, baik itu tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja dari luar. 

"Untuk tenaga kerja non nasional, Cina, kami memberi apresiasi dan menghormati kebijakan perusahan," kata Bupati.

Berkaitan dengan tenaga listrik, Pemerintah Pusat melalui Menko Kemaritiman dan Investasi menyampaikan kepada Pemerintah Halmahera Tengah bahwa akan mendapatkan 50 megawatt, namun sampai hari ini belum mendapatkan bantuan 50 megawatt tersebut. Pemerintah Kabupaten Halteng pun mempertanyakan kembali bagaimana dengan janji Menko Kemaritiman dan Investasi itu, namun semua itu kami kembalikan ke pihak PT IWIP.

Kami sebagai pemerintah meminta kepastian kepada pihak perusahaan melalui manajemen PT IWIP terkait dengan listrik ini, karena di kota Weda dan sekitarnya pemadaman lampu bergiliran terjadi selama 6 bulan.

Masih terkait hibah listrik dari PT IWIP, Bupati Edi Langkara menjelaskan, "tahun lalu saya dengan Wakil Bupati sudah menyurati PLN Pusat terkait dengan hibah listrik ini. PLN Pusat tinggal menunggu hibah listrik itu ada, langsung tim turun untuk mengatur skema kerja sama."

Urusan Pemerintahan hari ini adalah Energi Listrik, Air Bersih, Industri Perikanan Terpadu, Sektor Pertanian dan Perkebunan, Sarana Olahraga, Sektor Perdagangan UMKM, Pasar dan Ruko, Sektor Parawisata, Perhotelan, Penginapan dan Kos-Kosan, Sarana Kesehatan baik itu Rumah Sakit dan Puskesmas, Sarana Pelabuhan dan Terminal. Dari sejumlah kebutuhan yang disampaikan ini menjadi dasar kita di Pemkab Halteng.

Harapan atas hadirnya perusahan ini sudah berarti memberi dampak sosial ekonomi di masyarakat, jadi kami punya tanggung jawab mengamankan dalam sisi sosial politik, agar investasi ini tidak terganggu oleh pihak siapapun. Sebagai langkah awal, pemerintah mendukung langkah hukum yang diambil, namun di balik ini juga pemerintah meminta kepada pihak perusahan untuk memberikan hak-hak kepada karyawan dan hak-hak masyarakat di sekitaran perusahan.

"Pada kesempatan ini pemerintah menyampaikan bahwa kita ini adalah mitra, oleh karena itu dengan segala hormat kami menyampikan beberapa kebutuhan mendasar dalam rangka kepentingan daerah ini ke depan," tandas Bupati Edi Langkara pada pertemuan itu.

Dari berbagai persoalan yang disampaikan Bupati Edi Langkara, PT IWIP melalui manjemennya menyampaikan bahwa pada prinsipnya mereka akan tetap berkordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten dalam kondisi apapun dan apa yang menjadi keluhan Pemerintah Kabupaten Halsel, pihak perusahan akan memenuhi semua itu.(DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.