Header Ads

https://daihatsu.co.id/

BPJS Kesehatan Pati Luncurkan Sistem Antrian Online Terintegrasi dengan Puskesmas dan RSUD Soewondo

BPJS Kesehatan Cabang Pati meluncurkan sistem antrian online yang terintegrasi dengan sitem di Puskesmas dan RSUD Soewondo Pati, dan merupakan yang pertama di Indonesia. Foto : Wisnu.
Pati 
- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pati melakukan launching sistem antrian online terintegrasi dengan bridging simpus Puskesmas wilayah Kabupaten Pati serta bridging antrian RSUD Soewondo Pati dengan aplikasi mobile JKN. 

Kegiatan yang dibuka di Pendopo Kabupaten Pati oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Tarmuji, dihadiri Bupati Pati Haryanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Pati Haryono, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Kesehatan, Wakil Direktur RSUD Soewondo dan sejumlah staf di BPJS Cabang Pati.
 
Kepala BPJS Cabang Pati Tarmudji mengatakan, program ini dibuat bertujuan untuk mempermudah pelayanan pasien yang ingin berobat di RSUD Soewondo dan Puskesmas wilayah Pati yang sudah terintegrasi dengan program pelayanan tersebut.

"Ini untuk mempermudah, karena pasien tidak harus mendaftar saat itu, namun bisa melakukan pendaftaran melalui mobile JKN, jadi tidak harus menunggu," ungkapnya Kamis (28/5/2020).

Tarmudji menambahkan, pelayanan ini juga dibuat untuk pasien agar tidak langsung datang ke Rumah Sakit, namun itu bisa dilakukan saat pasien sudah giliran dalam pengantrian baru bisa datang.

"Jadi pasien tidak harus menunggu lama, seperti yang terjadi di RSUD Soewondo sejak 2 minggu lalu sudah ramai, bahkan dalam program mobile JKN ini juga bisa untuk melihat tempat tidur di Rumah Sakit apabila ada yang kosong, jadwal operasi dan lain-lain," ungkapnya penuh semangat.
 
Saat ini, lanjut Tarmuji, ada 11 Puskesmas, 32 klinik, dan 17 DPP (Dokter keluarga) yang sudah terintegrasi dengan program tersebut. "Ini adalah program perdana, dan di Indonesia baru di Kabupaten Pati yang kita lounching," jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto di tempat yang sama menyambut baik program yang sudah dibuat oleh BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan terhadap masyarakat saat musim pandemi Covid-19. Program ini juga diharapkan bisa mengurangi kejenuhan pada masyarakat, yang biasanya akan merasa jenuh apabila harus menunggu pelayanan.

"Ini adalah salah satu terobosan yang baik saat pandemi, dan program ini bisa sangat membantu, karena bisa mengurangi kerumunan, sebab ketika masyarakat berkumpul biasanya susah diatur," tandas Haryanto.
 
Haryanto juga memberikan apresiasi terhadap 11 puskesmas yang sudah menggunakan aplikasi tersebut, dan diharapkan untuk 18 puskesmas yang lain bisa menyesuaikan atau mengikuti jejak 11 puskesmas yang sudah menggunakan.

"Nanti untuk puskesmas yang lain bisa dilakukan pengawalan dari Dinkes, atau rekanan nanti bisa menyesuaikan. Semua ini tidak ada yang sulit,  karena kalau kita tidak melakukan maka akan ketinggalan, dan saya juga sangat mendukung dengan program ini, dan saya harap ada kerjasama terus dengan Puskesmas dan Rumah Sakit," jelasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.