Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Dari Zona Merah, 22 ASN Halteng Acuhkan Instruksi Bupati

Pos Morela yang menjadi titik pemeriksaan warga yang mau masuk ke Halmahera Tengah. 
Weda - Sebanyak 22 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Halmahera Tengah dari Zona Merah yakni Kota Tidore Kepulauan (Tikep) bebas masuk Halmahera Tengah (Halteng) tanpa membawa Surat Keterangan Rapid Test Non-reaktif.

Padahal sudah jelas Surat Instruksi Bupati Nomor 35/UM/2020 tentang Perubahan Kedua atas Instruksi Bupati Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) jelas dilarang melakukan perjalanan keluar daerah terutama ke daerah terjangkit di dalam maupun di luar Maluku Utara. Jika perjalanan keluar daerah sangat mendesak dilaksanakan, maka dilarang untuk kembali ke Halteng terkecuali membawa Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19 beserta Surat Keterangan Rapid test Non-reaktif dari Dinas Kesehatan atau rumah sakit dari daerah asal serta wajib melaporkan diri ke tim Gugus Tugas Covid 19 Halteng. Tak hanya itu, mereka juga harus melakukan karantina rumah atau isolasi mandiri selama 14 hari dibawah pengawasan tim Gugus Tugas Covid-19.

Ilham Suud, Ketua Tim Satgas Pencegahan Covid 19 Kecamatan Weda kepada media ini mengaku, 22 ASN ini lolos masuk karena diperintahkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Halmahera Tengah Yanto M. Asri.

"22 ASN ini sudah kami tahan di Pos Morela sejak siang sampai sore, namun disuruh masuk oleh Sekda untuk melakukan rapid test di Dinas Kesehatan Halteng," ujar Ilham.

Menurutnya, Surat Edaran Bupati Halteng sudah jelas mengatur persyarakat keluar masuknya orang, apalagi orang itu dari zona merah.

"Mereka ASN ini tidak memiliki Rapid test Non-reaktif dari Dinas Kesehatan kota asal," ujar Ilham yang juga Sekretaris Camat Weda.

Ilham menambahkan, kalaupun ASN dispesialkan meski tidak ada Rapid Tes Non reaktif maka tidak perlu lagi untuk menjaga Pos Moreala sebab orang bebas keluar masuk. "Masyarakat biasa tanpa Rapid Tes Non-reaktif kita suruh balik jangan masuk Weda, sementara mereka ASN kita suruh masuk padahal mereka ini dari zona merah yaitu Kota Tidore," tandas Ilham.

ASN itu pun kemudian dites di Dinas Kesehatan Halteng. Salah satu petugas dari Dinas Kesehatan Halteng mengaku, Rapid Test yang digunakan untuk mengetes ASN ini merupakan sisa bantuan PT IWIP ke pemerintah daerah. "Untuk pembayaran saya tidak tau karena saya hanya menjalankan tugas untuk melakukan pemeriksaan," kata petugas tadi.

Salah satu petugas kesahatan di Dinas Kesehatan itu juga mengaku, dirinya melakukan rapid test ini atas perintah Kadis Kesehatan Rijja Rijana. "Saya ini hanya melaksanakan perintah dari atasan dan hasil repid hasilnya Non-reaktif," akunya.

Diketahui, Rapid tes ini bukan hanya dilakukan kepada ASN Halteng dari zona merah, sebelumnya Dinas Kesehatan Halteng juga melakukan rapid tes kepada 33 pekerja jembatan milik PT. Buli Bangun di Desa Messa Kecamatan Weda Timur. Namun rapid test yang dilakukan ini tidak dibayar perkerjanya, melainkan pihak perusahaan PT. Buli Bangun yang membayarnya.(DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.