Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Di Klaten Ada ASN Terima BST; Malah Ada Satu Keluarga Terima Tiga Bantuan

Kekurangakuratan data dan ditengarai ada tumpang tindihnya data menyebabkan BST kurang tepat sasaran. Foto : SR
Klaten - Program Bantuan Sosial Tunai atau BST masih saja mendapat sorotan. Tak hanya datanya yang masih belum update, melainkan masih banyak yang tidak tepat sasaran dalam pembagiannya.

Kekurangakuratan data juga terjadi dalam pembagian BST di Klaten. Kabupaten yang berada diantara Solo dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, malah ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima bantuan tersebut.

Hal tersebut diungkap oleh Sekretaris Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Suryo Hadiyanto. Tak hanya ASN Klaten yang terima bantuan sosial tunai, ia mengaku ada penerima BST yang dobel.

"Ada yang suami istri semua dapat. Satu lewat rekening dan satu lewat Pos. Bahkan, ada ASN juga dapat," jelas Suryo, Sabtu (9/5/2020).

Ia mengatakan permasalahan tersebut bermula ketika penerima BST yang menentukan pusat bukan desa.

"Nantinya jika begini yang disalahkan Kades. Padahal semua pusat yang menggunakan," ungkapnya.

Selain ASN, keanehan juga terjadi kepada satu keluarga di Karangdowo, Klaten menerima bantuan sosial tunai.

"Di desa saya ada satu kelaurga yang dapat tiga orang. Ibunya, anaknya dan anak menantunya. Bahkan, suami istri dapat BST juga ada," kata Kades Sentono, Karangdowo, Klaten, Mulyono.

Adanya kasus dobel dan ASN terima bantuan sosial tunai, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & KB Klaten Much Nasir mengatakan memang ada yang tidak sesuai.

Tercatat penerima BST di Klaten sebanyak 51.929 kepala keluagra. Dengan perincian, 11.894 dicairkan melalui bank dan 40.035 lewat PT Pos Indonesia.

"BST tunai dari Kemensos dikirim ke rekening. Namun, saya yakin dari jumlah 11.000 lebih ada beberapa yang tidak sesuai," terangnya.(DT/SGR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.