Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Diundang Satgas Covid, TA DPRD Kepsul Resmi Melakukan Klarifiksi Hasil Pertemuan Bersama Ketua DPRD

Suasana saat TA DPRD dan Ketua DPRD Kepsul meluruskan kejadian yang diunggah di Medsos terkait dengan pertemuan pada Selasa (12/5/2020). Mereka diundang Satgas Covid-19 untuk mengklarifikasinya. Foto : Ekhy Drakel. 
Sanana
- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Kamis (14/05/2020) pukul 10.00 WIT memanggil Tenaga Ahli (TA) DPRD Kepsul untuk melakukan klarifikasi terkait hasil pertemuan mereka dengan Ketua DPRD Kepsul Sinaryo Thes pada Selasa (12/5/2020) lalu.

Pertemuan TA dengan Ketua DPRD disaat menjelang buka puasa yang dipusatkan di Rumah Dinas Ketua DPRD di Desa Fatce Kecamatan Sanana itu menuai protes dari sejumlah warga Kepsul. Foto-foto pertemuan itu diambil dan diposting di media sosial Facebook oleh sejumlah warganet yang nota bene merupakan warga Kepsul.

Foto-foto tersebut diposting dengan bermacam-macam caption, seperti : "Ketua DPRD dan TA diduga langgar Maklumat Kapolri dengan berkumpul-kumpul banyak orang." Bahkan ada juga caption yang sudah menggiring ke persoalan agama dengan menyebutkan bahwa "Tenaga Ahli (TA) yang rata-rata beragama Islam buat apa pergi buka puasa bersama dengan Ketua DPRD selaku non muslim."

Bahkan ada juga caption yang menyebutkan bahwa, "Satgas Covid-19 segera mengambil langkah memanggil Ketua DPRD Sinaryo Thes untuk melakukan klarifikasi karena telah berkumpul-kumpul banyak orang." Bahkan mereka menyebut bahwa Satgas Covid jangan hanya menindak rakyat kecil yang berkerumunan, tapi juga harus menindak Ketua DPRD dan TA yang telah berkumpul-kumpul banyak orang.

Tenaga Ahli Ketua DPRD, Ikram Fataruba dalam klarifikasinya di Posko Satgas Covid menyebutkan bahwa pertemuan mereka dengan Ketua DPRD Sinaryo Thes di sore hari menjelang buka puasa itu dalam rangka mengkonsultasikan pokok-pokok pikiran yang telah didiskusikan secara internal, salah satunya adalah mengkonfirmasikan sekaligus menyampaikan pendapat-pendapat terkait dengan vidio konferensi Ketua DPRD Kepsul dengan seluruh Ketua-Ketua DPRD seluru Kabupaten di Provinsi Maluku Utara.

Ikram menjelaskan, dalam pertemuan itu TA tidak berniat untuk buka puasa bersama dengan Ketua DPRD. Dalam pertemuan tersebut mereka hanya berdiskusi, dan dalam diskusi itu para TA menyampaikan kepentingan dan kebutuhan yang menjadi keperluan untuk menunjang kinerja secara internal di TA. "Dari hasil diskusi itu kemudian ditanggapi oleh Ketua DPRD," tandas Ikhram.

Selain itu, lanjutnya, mereka juga mendiskusikan terkait pembentukan tim pansus karena kebetulan dalam waktu dekat DPRD Kepsul akan membentuk Tim Pansus Penanganan Covid-19.

"Disitu kami TA juga diminta kesedian untuk menyampaikan pikiran-pikiran kami, karena kami TA juga sangat partisipatif dan merespon segala bentuk agenda yang digagas DPRD, olehnya itu kami mencoba untuk berdiskusi soal bagaimana langkah-langkah strategis yang diambil DPRD," beber Ikram.

Ikram juga menyebut, dalam diskusi yang melahirkan pokok-pokok pikiran itu selanjutnya akan di sampaikan kepada Pemerinta Daerah. "Jadi waktu itu, kami berdiskusi soal itu, namun di media sosial Facebook mereka tulis captionnya buka puasa bersama Ketua DPRD. Sebenarnya agenda kami bukan buka puasa bersama karena kita semua pasti tau bahwa ada perbedaan antara kami TA dan Ketua DPRD, dan tanpa kita jelaskan juga pasti semua orang tau itu," tegasnya. 

Kebetulan dalam diskusi waktu itu cukup mendapat respon dari Ketua DPRD, sementara waktu berbuka puasa juga sudah dekat. "Ketua DPRD bertanya kepada para TA bahwa kira-kira waktu berbuka puasa jam berapa, dan saya menjawab, Pa Ketua, waktu berbuka itu biasanya jam 18.30 WIT. Di saat Ketua DPRD menanyakan itu, jeda waktu buka puasa sudah tinggal 5 menit, dan pada waktu itu Ketua DPRD langsung berdiri dan meninggalkan kami, dan dia mengatakan bahwa mohon maaf saya tinggalkan teman-teman dulu karna ini sudah masuk waktu buka puasa," jelas Ikram.

"Jadi pada saat itu, kami yang berinensiatif untuk buka puasa bersama di situ sesama kami TA, bukan dengan Ketua DPRD. Ketua pada kesempatan itu dia sudah pamitan sama kita bahwa dia tidak bisa sama-sama dengan kita karena dia cukup menghargai ibadah kita. Apa yang saat ini berkembang di medsos itu, buat kami itu hanya diplintir saja," tegasnya.(EDL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.