Header Ads

https://daihatsu.co.id/

dJaman Maluku Utara Desak Pemkot Tikep Lebih Serius Tangani Covid-19

Pemkot Tidore Kepulauan didesak untuk lebih serius tangani covid-19. 
Tidore - Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam menangani Wabah Corona Virus Diesese (Covid-19) mendapat kritikan dari salah satu organisasi yang terhimpun dalam Jaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN) Maluku Utara.

Ketua Jaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN) Kota Tidore Kepulauan M. Rahmat Syafrudin meminta Kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar tak melakukan pencitraan, selama masa penanganan Pandemi Covid-19, dilihat dari sejumlah kegiatan membagikan APD, masker, dan alat kesehatan lainnya, dJAMAN menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh Pemerintah Tidore itu, tak lain hanya berupa pencitraan semata.

M. RAHMAT SYAFRUDI. 
Lanjut Rahmat Hal ini bukannya tak berdasar. Organisasi yang mengimpun mahasiswa dari Tidore Kepulauan itu menduga, Pemerintah Tidore mengambil kesempatan dalam masa pandemik sebagai sarana mengundang simpatik masyarakat. Terlebih lagi, ini adalah tahun politik, di mana Tidore bakal menghadapi pemilihan umum.

Dia mengungkapkan, “Sampai saat ini saja, kejelasan status Kota Tidore, dalam menghadapi pandemik ini tak jelas, sudah seharusnya pemerintah mengambil kebijakan yang serius, sehingga masyarakat juga tidak merasa binggung."

Menyangkut dengan persebaran Virus Corona di Kota Tidore Kepulauan semakin meluas dengan jumlah kasus sebanayak 12 orang positif, dan bahkan wilayah Kota Tidore Kepulauan masuk dalam zona merah.

Dengan demikian lanjut dia, melalui organisasi kami meminta lima hal yang penting bagi Pemda Tidore Kepulauan dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore diantaranya.  Pertama,  segera tetapkan kejelasan status PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar); kedua meminta kepada Pemda Tikep agar serius menangani Covid-19 ; ketiga, Memperketat pintu masuk pelabuhan; keempat Pemkot harus melakukan kartina wilayah secepatnya bukan hanya di waktu Lebaran saja agar tidak lagi menambah kasus positif di Kota Tidore; kelima stop melakukan kegiatan rapat yang hanya menghabiskan anggaran.

"Dari beberapa poin yang kami sampaikan itu harus ditindak lanjuti jangan hanya sekedar diam. Sebab dari pantauan kami, Pemerintah Tidore Kepulauan selama ini hanya melakukan pencitraan di depan publik," tandas M. Rahmat.

“Berdasarkan yang kami ketahui, presentase kematian yang disebabkan oleh infeksi virus Corona tak begitu besar, dibandingkan presentase kesembuhan. Akan tetapi, penyebarannya yang terlalu cepat, jadi harus ada keseriusan dari Pemda Tikep selama fase ini, bukannya pencitraan,” tutupnya.(Masdar Hi Ahmad)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.