Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Jangankan Tunjangan, Banyak Perawat yang Gaji dan THR-nya Dipotong

Perawat dan tenaga medis lainnya berjuang untuk kesembuhan pasien. Mereka berisiko tinggi untuk terjangkit covid-19. Dibalik perjuangan itu, gaji dan THR mereka dipotong dengan alasan RS lagi sepi karena covid-19. Tunjangan yang dijanjikan pemerintah untuk mereka tak jelas kapan cairnya. Foto : Ilustrasi. 
Jakarta - Pandemi covid-19 yang melanda dunia menjadikan paramedis begitu diperhatikan. Mereka tampil di garda terdepan dalam upaya menyembuhkan warga. Tak sedikit diantara mereka yang menjadi korban ganasnya covid-19.

Dunia maya menganugerahkan paramedis dengan sebutan pahlawan. Tak terkecuali di Indonesia. Malahan pemerintah pun menjanjikan beragam fasilitas sebegai wujud terima kasih atas dedikasinya selama ini.

Namunn, janji tinggallah janji. Presiden Joko Widodo yang pada 23 Maret 2020 lalu, di mana pemerintah bakal memberikan insentif yang besarnya bervariatif antara Rp.5 hingga Rp.15 juta per bulan hingga kini belum terealisasi. Rincian insentif yang akan diberikan itu, Rp.15 juta per bulan untuk dokter spesialis; Rp.10 juta per bulan buat dokter umum dan dokter gizi; Rp.7,5 juta per bulan untuk perawat; dan Rp.5 juta untuk tenaga medis lainnya.

Menjelang lebaran kemarin, ada perawat dari salah satu rumah sakit milik PELNI di Jakarta mengeluhkan mengenai tunjangan yang dijanjikan itu dan gajinya yang dipotong. "Jangankan tunjangan yang dijanjikan. Gaji saya malah dipotong Rp1,5 juta dengan alasan lagi sepi pasien karena corona. Malahan untuk perawat yang S-1 dipotongnya Rp2 juta," ungkap perawat yang namanya tidak mau diungkapkan di media itu.

Keluhan ini sudah terungkap ke publik. Namun, pemerintah tak jua merespon. Janji tinggallah janji. Malah uang gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) dipotong.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.