Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kabar Gembira, Pemerintah Hapus PPh 21 Bagi yang Bergaji Hingga 200 juta per Tahun

Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto : Ist.
Jakarta - Untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat saat pandemi corona virus disease (covid-19), pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membebaskan pajak penghasilan orang pribadi atau PPh 21 dengan batasan penghasilan per tahunnya hingga 200 juta rupiah.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 44/PMK.03/2020 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajb Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Bagi karyawan yang memiliki gaji hingga 200 juta rupiah per tahun, atau sekitar Rp 16,5 juta per bulannya, pajak penghasilannya akan diberikan insentif berupa pembebasan pajak hingga September 2020. Namun, apabila mereka memiliki gaji di atas 200 juta rupiah atau diatas Rp16,5 juta per bulannya maka tidak termasuk yang diberikan insentif pajak ini.

Pajak penghasilan pasal 21 itu ditanggung pemerintah, atau bunyi lengkap dari ketentuan yang terdapat dalam pasal 2 ayat (3) huruf c PMK No.44 Tahun 2020 itu adalah sebagai berikut :

"Pada Masa Pajak yang bersangkutan menerima atau memperoleh Penghasilan Bruto yang bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)."

Informasi tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo dalam twitter pribadinya. Prastowo yang juga dikenal sebagai pendiri Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) ini menuliskan informasi itu di twitternya pada 30 April 2020 kemarin.

Peraturan Menteri Keuangan itu dimaksudkan juga untuk meringankan wajib pajak berpenghasilan rendah dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (AR/RED)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.