Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Keluarkan Instruksi Baru, Bupati Halteng Larang Pemudik dari Zona Merah Balik ke Halteng

Wakil Bupati Halteng Abd. Rahim Odeyani menjelaskan tentang instruksi baru dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Halteng, Selasa (26/5).
WEDA
- Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Selasa (26/5/2020) melaksanakan konferensi pers terkait perkembangan penanganan pandemi corona di wilayahnya.

Konferensi pers itu dilakukan terkait dengan perubahan kedua atas Instruksi Bupati Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 adapun Instruksi Bupati yang baru dengan Nomor 35/MU/2020 ditujukan kepada 8 (delapan) Instansi yaitu : Tim Gugus Tugas Covid19, Pimpinan OPD, Para Camat, Para Kepala Desa, BUMN/BUMD, pengusaha jasa transportasi darat/laut.

Instruksi yang terdiri dari 12 point dan 10 point yang sangat substansial.

Dalam instruksi tersebut ditegaskan melarang pemudik termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun warga yang berada di zona merah atau daerah terjangkit untuk kembali ke Halteng baik dalam maupun luar dari Maluku Utara.

Larangan ini dipertegas oleh Wakil Bupati Halmahera Tengah Abd. Rahim Odeyani dalam konfrensi pers.

"Pemda Halmahera Tengah melarang kepada warga masyarakat yang melakukan perjalanan keluar daerah terutama di daerah terjangkit untuk kembali ke Halteng selama 14 (empat belas) hari, kalaupun harus kembali ada beberapa syarat yang harus dipenuhi," kata Wakil Bupati dari partai Nasdem ini.

Menurut Wakil Bupati Halteng Abd. Rahim Odeyani, persyaratan tersebut antara lain harus melaporkan diri kepada tim gugus tugas yang berada di posko-posko dengan menunjukkan surat bebas covid-19 dari daerah asal yang dibuktikan dengan hasil rapid test dari daerah asal. Bagi warga masyarakat yang statusnya PNS baik di daerah maupun vertikal wajib membawa surat izin dari pimpinan instansi masing-masing.

Kemudian, masih menurut Abd. Rahim Odeyani, bagi TNI/POLRI yang melakukan perjalanan keluar daerah dan akan kembali wajib menyiapkan surat izin dari pimpinan instansi tersebut dan sampai dengan masuk ke Halteng yang bersangkutan melakukan karantina rumah (isolasi sendiri) selama 14 hari dibawa pengawasan dari tim gugus tugas covid19.

Sementara itu, lanjut Abd. Rahim Odeyani, apabila ditemukan warga masyarakat atau siapa saja yang tidak jujur dan tidak menggunakan masker masuk ke wilayah Halteng dan ditemukan ada informasi yang keliru atas riwayat perjalanan yang bersangkutan akan dijemput tim gugus tugas untuk dikembalikan ke daerah asalnya.

Bagi warga yang telah memiliki status PDP sudah dinyatakan sembuh oleh rumah sakit dan akan kembali ke Halteng wajib menunjukkan surat keterangan sehat dengan hasil negatif PCR maupun TCM dari rumah sakit dan melakukan karantina selam 14 hari begitu pun dengan status ODP atau yang mengalami gejala akan dilakukan karantina yang disediakan gugus tugas covid-19 dan dalam pengawasan tim gugus tugas.

Wakil Bupati juga menegaskan kepada ASN yang tidak taat aturan akan diberikan hukuman disiplin terkait edaran ( BKN) nomor :11/SE/IV/2020 tentang pedoman penjatuhan hukuman disiplin bagi ASN yang melakukan kegiatan berpergian keluar daerah, dan atau kegiatan mudik pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat.

Untuk moda transpotrasi laut, ABK tidak diperbolehkan turun ke dermaga selam bongkar muat berlangsung jika terdapat kebutuhan mendesak dari ABK akan difaslitasi oleh petugas pelabuhan darat dengan berpedoman pada SOP penanganan Covid-19. Dan melarang aktivitas moda transpotrasi darat/laut/udara dari luar Halteng yang mengangkut penumpang kecuali kebutuhan 9 bahan pokok, bahan bangunan, material, alat kesehatan, obat-obatan, alat berat, BBM, keuangan perbankan dan kendaraan yang membawa pasien atau mobil jenazah

Abd. Rahim Odeyani juga menyatakan akan menutup semua pintu masuk ke Halmahera Tengah, mulai pintu masuk di Moreala Kecamatan Weda, Kluting Jaya Kecamatan Weda Selatan, Sakam Kecamatan Patani Timur, Kapaleo dan Umiyal Kecamatan Pulau Gebe, terhitung pukul 21.00-06.00 WIT. Dikecualikan mobil jenazah atau mobil ambulance, dan berlaku selama 14 hari sejak instruksi ini dikeluarkan. (DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.