Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kepala DPUTR Pati Tegaskan Proyek Waduk Irigasi di Desa Margomulyo Sudah Sesuai Spesifikasinya

Waduk Irigasi yang dibangun di Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang dinilai kurang sesuai dengan spesifikasinya. Foto : Wisnu. 
PATI - Mengenai penilaian masyarakat terkait proyek waduk irigasi yang dibangun di Desa Margomulyo Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah yang dianggap kurang sesuai dengan teknis atau spesifikasinya, Ketua Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati A. Faizal mengatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut sudah sesuai dengan teknisnya.

Proyek tahun anggaran 2019 yang dibangun dengan anggaran Rp 680 juta lebih oleh CV. Hanandita Utama itu menurut A. Faizal dibuat memang tidak untuk membendung air pasang, namun dibuat supaya air bisa mengalir ke lahan warga sesuai permintaan dari P3A.

"Memang sesuai teknis begitu, kalaupun ada yang tidak suka itu hanya 1 atau 2 orang saja, karena irigasi itu dibuat untuk membendung air pasang, dan itu sudah sesuai permintaan dari P3A, sebab kalau ditinggikan lagi dikawatirkan air bisa masuk, jadi teknisnya seperti itu. Saya sudah tanyakan ke bidang," terang Faizal.

Kepala DPUTR Kabupaten Pati, A. Faizal. 
Sebelumnya masyarakat Desa Margomulyo menilai ada kesalahan teknis dalam pekerjaan waduk yang dibuat itu. Hal tersebut, menurut pengakuan warga kepada wartawan, terlihat dari pintu air yang dibuat terlalu rendah, sehingga ketika terjadi air pasang mengakibatkan air dari laut lebih tinggi dari batas pintu air. Selain itu, lanjutnya, kesalahan lainnya terlihat dari jarak waduk yang dibuat terlalu lebar, sehingga itu berpengaruh pada sampah-sampah pembuangan yang menyumbat pada tanggul.

"Itu kalau air pasang, pasti lebih tinggi dari pembuatan tanggul, dan masyarakat pasti resah, karena air selalu masuk ke sawah warga," ungkap salah satu warga Desa Margomulyo kepada wartawan media ini beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu, kesalahan dalam pembangunan waduk terlihat juga tidak adanya pintu air. Sebelumnya, waduk itu tidak ada pintu air, sehingga masyarakat membuatnya secara swadaya. "Saya menduga ada kekurangan dalam pekerjaan proyek irigasi itu, dan pihak Kejaksaan menurut informasi juga sudah melakukan pengecekan, namun belum ada tindak lanjut," katanya.

Disinggung soal tidak adanya pintu air yang tidak masuk dalam 1 paket proyek irigasi, dan dibuat secara swadaya oleh masyarakat, Faizal mengaku kurang tahu. Hanya saja kalaupun dalam gambar itu ada, maka dari pihak rekanan akan membuat pintu air dalam irigasi tersebut. "Coba nanti saya tanyakan lagi, kalaupun itu ada dalam RAB pasti akan dibuat," tandas A. Faizal.(Wisnu)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.