Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kepala Kemenag Pati Himbau Warga Patuhi Tata Cara Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19

Kantor Kemenag Pati menganjurkan agar masyarakat mematuhi himbauan Pemerintah dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H.
PATI
- Tahun ini nampaknya berbeda dengan tahun sebelumnya dalam pelaksanaan ibadah Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah. Apabila tahun sebelumnya untuk Sholat Idul Fitri harus dilaksanakan secara berjamaah, namun untuk kali ini pelaksanaannya dapat dilaksanakan di rumah saja, itupun hanya dengan keluarga inti atau harus disesuaikan dengan anjuran pemerintah.

"Kita masih dalam situasi pandemi covid 19, sehingga upaya ini dilakukan untuk mencegah atau memutus mata rantai penyebaran covid-19," ungkap Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati Imron kepada wartawan Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.6 Tahun 2020 yang diterbitkan pada 6 April 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, di tengah pandemi Covid-19, diterbitkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam, sekaligus mencegah, mengurangi, penyebaran dan melindungi masyarakat muslim dari resiko penyebaran Covid-19.

Sementara dari surat edaran yang diterbitkan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) dari hasil rapat pada 14 Mei 2020, dan sesuai dengan Surat Edaran Nomor PW. 11/360/C/V/2020 yaitu Sholat Ied merupakan syiar agama dan sunah muakkadah dimana dalam menjaga dan melestarikannya adalah perintah agama, namun berkaitan dengan adanya Covid-19 yang ketentuan daruratnya berakhir pada 29 Mei 2020. Untuk perayaan Idul Fitri masih dalam situasi tersebut, sehubungan dengan itu PB NU menyampaikan hasil keputusan rapat dari salah satu poin mengatakan bahwa jika dilaksanakan secara berjamaah di luar rumah, dianjurkan kepada penyelenggara agar berkoordinasi dengan pejabat setempat dan tetap memenuhi protokol kesehatan.

Selain itu, dari hasil keputusan bersama yang melibatkan MUI, PC NU, PD Muhammadiyah, FKUB, Kemenag dan Forkopimda Kabupaten Pati pada 16 April 2020, untuk kegiatan pada hari raya Idul Fitri seperti penyelenggaraan takbiran tidak boleh dilakukan keliling, cukup dilaksanakan di Masjid/Mushola dengan pengeras suara sesuai dengan protokol kesehatan, dan untuk sholat Idul Fitri, takmir masjid dapat tidak menyelengarakan di masjid atau lapangan dengan mengganti sholat Idul Fitri berjamaah bersama keluarga di rumah masing-masing. Namun bagi takmir yang ingin menyelenggarakan sholat Idul Fitri di masjid/lapangan wajib memenuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan dan dipersyaratkan oleh pemerintah.

Protokol kesehatan sendiri yang harus diterapkan, yaitu membersihkan dan menyemprotkan desinfektan, menyiapkan tempat cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, pengukur suhu badan, namun bagi orang yang sakit/pemudik/warga yang sedang menjalani isolasi mandiri atau sebelum 14 hari untuk tidak menghadiri sholat Idul Fitri, langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan dan penyebaran adanya Covid-19.

"Dari point-point itu, juga disampaikan agar tidak diperbolehkan melakukan atau menyelenggarakan silaturahmi atau halal bi halal yang mengumpulkan orang banyak," tandas Imron.

Imron berharap kepada masyarakat agar mengikuti himbauan dari Pemerintah, tokoh agama (pimpinan ormas/pemuka agama) tokoh masyarakat dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1441 H, dan untuk Tokoh Agama /Pemeluk Agama apapun supaya bisa menjadi teladan dan bisa menyikapi dalam situasi pandemi covid 19.

"Jangan pernah abai terhadap protokol kesehatan dan anjuran pemerintah agar diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita tetap aman dari covid-19, terutama saat mengakhiri ibadah puasa dan jelang hari raya Idul Fitri, jangan menunda-nunda untuk ikut serta mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan kita masing-masing," tandasnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.