Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kunjungi Summarecon Mall Bekasi, Presiden Joko Widodo Lihat Kesiapan Hadapi New Normal

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwal Kami, Panglima TNI dan Kapolri meninjau Summarecon Mall Bekasi, Selasa (26/5).
Bekasi -
Sekitar pukul 13.55 WIB Presiden Joko Widodo mengunjungi Summarecon Mall Bekasi, Selasa (26/5). Presiden didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz.

Presiden Joko Widodo berpesan agar semua tetap menjaga protokol kesehatan, dan meminta aparat TNI dan Polisi untuk mengawasi kedisiplinan warga.

Gubernur Jawa Barat dalam kesempatan itu menegaskan, keadaan normal baru itu bukan berarti melonggarkan namun masyarakat diminta untuk beradamtasi dengan serangkaian protokol kesehatan yang dijalankan untuk menghadapi situasi baru itu.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan akan ada protokol yang diterapkan di tempat perniagaan sebagai bagian tahapan menuju new normal. Salah satunya adalah setiap tempat usaha wajib mengumumkan kapasitasnya.

“Kalau tadinya mungkin 10.000 sekarang diumumkan hanya 5.000. Bagaimana tahunya sudah 5.000? Nanti satpam-satpam di depan akan menghitung, kalau sudah lewat maka yang di atas 5.000 antre dulu di luar, di sebuah tempat. Nanti orang keluar dia masuk,” jelasnya.

Tempat-tempat usaha juga diwajibkan menyediakan informasi pengumuman jumlah layanan per satu waktu. Dengan begitu masyarakat tahu kapan akan bisa masuk. 

“Nanti masuk ke dalam sebuah tempat usaha, nanti depan toko restoran juga harus ada pengumuman bahwa restoran ini hanya menerima persatu waktu misalnya 10 meja dari tadinya 20. Sehingga orang yang kesebelas dia bisa menunggu orang kesepuluh keluar, baru dia masuk,” ungkapnya.

Selain itu, setiap orang yang datang ke pusat pebelanjaan harus menggunakan masker dan sarung tangan. Hal ini dinilai akan mencegah penularan COVID-19.

“Kenapa? orang pegang-pegang nanti di tempat usaha kan. Beli shampo nggak jadi, datang pengunjung lain pegang lagi. Nanti mungkin ada potensi penularan. Jadi itulah adaptasi baru yang akan kita lakukan di tempat ini,” ujar dia.

Menurut Ridwan Kamil, masyarakat di Jawa Barat mesti mulai beradaptasi dengan kondisi di tengah pandemi COVID-19. ”Di Jabar kata kuncinya adaptasi, bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap moralitas baru,” katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.