Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Mantan Pejabat Walikota Tikep Berpulang dan Dikebumikan dengan Protokol Covid-19

Mantan Pejabat Walikota Tikep 2003-2005 Drs. Mahmud Adrias berpulang di RSD Kota Tikep, Jumat (15/5/2020). Almarhum dimakamkan berdasarkan protokol covid-19. Foto : Sukadi Hi Ahmad. 
Tidore - Hari ini, Jum'at (15/5/2020) warga Kota Tidore Kepulauan berduka. Mantan Pejabat Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) tahun 2003- 2005 Drs. Mahmud Adrias berpulang di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tikep. Lebih menyedihkan lagi, salah satu tokoh Kota Tikep itu dimakamkan dengan protokol Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di TPU Kelurahan Toloa.

Mantan Pejabat Wali Kota Tidore Kepulauan periode 2003 - 2005 ini merupakan pasien yang ketiga di Kota Tidore Kepulauan yang dimakamkan berdasarkan protap Covid-19. Pasien pertama yang dimakamkan mengunakan Covid -19 berasal dari Kelurahan Mafufutu. Kemudian, yang kedua, pasien berasal dari Desa Loleo Kecamatan Oba Tengah dan yang ketiga ini, mantan Pejabat Wali Kota Tidore Kepulauan 2003-2005.

Hal tersebut disampaikan, Direktur RS Daerah Kota Tikep dr. Fahrizal Maradjabessy kepada wartawan, Jumat (15/5/2020). Ia mengatakan, almarhum mantan penjabat Wali Kota Tikep dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Menurutnya, ini berdasarkan dengan hasil pemeriksaan rapid test yang menunjukan hasil reaktif dan hasil foto rontgen-nya menunjukan ada infeksi di bagian paru- paru serta infeksi di bagian pernapasan dan sesak napas.

"Sehingga langsung dilakukan pengambilan swab test kepada almarhum sebelum meninggal, namun hasil pemeriksaan masih 2 hari lagi baru keluar, karena sudah ada gejala yang mengarah ke Covid-19 maka dimakamkan dengan protokol Covid-19," ungkapnya.

Keluarga telah menyetujui untuk dimakamkan dengan protokol Covid-19 setelah disampaikan hasil pemeriksaan dokter ke keluarga dan hasil reaktif rapid test.

Dr. Fahrizal mengatakan,menurut keluarga almarhum tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, namun almarhum selalu melaksanakan sholat di Masjid Raya Al-Munawwar Ternate sampai beberapa waktu lalu mengalami sesak napas dan sempat dirawat di RS Bhayangkara. Hasil Laboratorium RS Bhayangkara kemudian diserahkan ke RSD Kota Tikep saat masuk pada Rabu 13 Mei 2020 kemarin.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan PCR di Ternate, kalau hasil menunjukan positif maka keluarga dan orang yang berkontak dengan pasien akan dikarantina dan diambil swab, jika negatif maka ini bagian dari langkah ikhtiar tim dokter berdasarkan gejala- gejala yang ada," ucap Direktur RSD Tikep dr. Fahrizal Maradjabessy.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.