Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Mendagri Tito Terbitkan Pedoman New Normal Bagi Daerah

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan pedoman bagi daerah yang akan  menerapkan fase new normal.
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan pedoman bagi pemerintah daerah untuk menerapkan tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pedoman itu ia tuangkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta, Rabu (27/5). Kepmendagri itu mengatur sejumlah syarat penerapan new normal di daerah terdampak corona.

"Penerapan kebijakan masyarakat produktif dan aman Covid 19 dilakukan pada daerah yang kondisi epidemologisnya berada pada zona aman atau hijau," tulis salinan keputusan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (29/5).

"Dengan kemampuan daerah dalam penanganan kesehatan masyarakat yang terinfeksi Covid-19, kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan penelusuran kontak dekat masyarakat dengan ODP dan PDP, serta orang yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 berada pada kriteria sedang."

Dalam menentukan pemetaan epidemologis, Tito membagi daerah dalam tiga kategori, yaitu hijau, kuning, dan merah. Status zona diukur dari grafik kasus positif, jumlah ODP/PDP, jumlah kematian, dan tingkat penularan langsung ke petugas kesehatan selama 14 hari terakhir.

Daerah yang mendapat skor 60-75 sesuai Kepmendagri itu, menyandang status zona merah. Peraih skor 80-95 menjadi zona kuning. Sementara zona hijau adalah daerah yang meraih skor sempurna 100.

Kemudian kemampuan daerah dalam penanganan kesehatan masyarakat diukur dari ketersediaan pelindung komunitas masyarakat, ketersediaan pelindung tenaga medis, sarana dan prasarana medis lainnya, serta perlengkapan pascawafat.

Suatu daerah dinilai memiliki respons tinggi jika meraih skor 850-1.000. Peraih skor 500- 850 menyandang status respons sedang. Sementara daerah yang mengumpulkan skor kurang dari 500 dicap sebagai daerah yang punya respons rendah.

Indikator ketiga adalah kemampuan pemda menelusuri kontak pasien, ODP, dan PDP corona. Empat kriteria yang disyaratkan adalah identifikasi orang yang memiliki kontak dekat dengan orang terindikasi corona, data orang terinfeksi corona, pengujian terhadap orang yang memiliki kontak dengan corona, dan penerapan serta pengawasan social distancing.

Daerah dianggap punya kemampuan tinggi menghadapi corona jika meraih skor 400. Peraih skor 300-375 dimasukkan dalam kategori respons sedang. Sementara sisanya dianggap memiliki respons rendah.

"Oleh karena itu pemerintah daerah harus melakukan evaluasi epidemologis ini secara rutin, minimal 14 (empat belas) hari sekali, untuk menentukan penerapan masyarakat produktif dan aman Covid-19," tulis kepmendagri.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.