Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pakai Nama Populer, Pakar Hukum Nilai Laporan Syahrini Tidak Bisa Ditindaklanjuti

Jakarta - Syahrini memang bak magnet tersendiri di dunia hiburan tanah air. Isteri Reino Barack itu kini menjadi perbincangan lagi.

Berdasarkan laman akun instagram @lambe_turah, artis yang dijuluki Princes itu melaporkan seseorang dengan tuduhan pornografi dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Jerat hukum yang dipergunakan dalam laporan itu adalah Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU No.19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektroni dan atau Pasal 4 ayat (1) UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Dr. Suparji Ahmad. 
Dalam laporan tersebut, Syahrini mempergunakan nama populernya dan bukan nama asli seperti tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), yakni Fatimah Syahrini Jaelani.

Penggunaan nama panggung itu dinilai bisa membuat laporannya itu tidak ditindaklanjuti.

Hal itu disampaikan Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia Dr. Suparji Ahmad. Ia menyampaikan, laporan yang diadukan ke pihak yang berwajib harus sesuai identitas asli.

Kalaupun Syahrini tetap melaporkan dengan nama panggungnya, lanjut Supaji, laporan itu seharusnya tidak memenuhi syarat. "Laporan itu tidak memenuhi syarat. Konsekuensinya tidak dapat ditindaklanjuti," ungkap Suparji.

Ia pun menganjurkan agar Syahrini memperbarui laporannya dengan memakai nama asli sesuai dengan identitas resminya agar bisa ditindaklanjuti. (DNL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.