Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pecah Telur, Akhirnya Halteng Ada Satu Orang Positif Covid-19

Juru Bicara Tim Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Halteng Rijja Rajana. Foto : Ist. 
WEDA - Sekretariat Media Centre Tim Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Halmahera Tengah (Halteng) Rabu (13/5/2020) malam.

Dari perkembangan yang disampaikan Tim Satgas sampai saat ini,  Halmahera Tengah terdapat satu pasien dinyatakan positif Covid-19. Pasien yang positif berasal di Desa Were Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah.

Pasalnya, semenjak dirujuk ke Ternate pada tanggal 08 Mei kemarin, pasien yang berinisial AA langsung dilakukan pemeriksaan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dan dari pemeriksaan dengan alat FCR ini yang bersangkutan terkonfirmasi positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Halteng Rijja Rajana saat dikonfirmasi BIZLAWNEWS, Rabu (13/5/2020), mengatakan, warga yang dirujuk kemarin itu ada dua, pada tanggal 8 dan 9 Mei 2020. Setelah dilakukan hasil pemeriksaan di Manado,  hasilnya yang di keluarkan tadi dinyatakn satu pasein terpapar positif Covid-19.

"Karena hasil pemeriksaan positif,  maka sesauai dengan protap kesehatan yang bersangkutan tetap dilakukan perawatan secara medis di Rumah Sakit Umum Chasan Basoerie Ternate, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan Kementrian Kesehatan,  tentu dengan pertimbangan-pertimbangan medis lainnya,"  terang Rijja Rajana.

"Meskipun demikian, Alhamdulilah yang bersangkutan saat ini dalam keadaan sehat,  karena dari semua keluhannya dari awal itu semuanya sudah tadak ada. Sementara untuk mereka yang sudah kontak dengan pasien ini,  di dalam rumah maupun di tempat kerja. Hal itu semua sudah dilakukan pemeriksaan," ucap Rijja yang juga sebagai Kadis Kesehatan Halteng.

Untuk tahap awalnya, lanjut Rijja, ada pemberian suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi yang pernah kontak langsung dengan pasien, dan dari semua itu setelah diperiksa petugas hasilnya negatif.  "Akan tetapi dalam waktu satu minggu sampai dengan 10 hari ke depan masih akan tetap dilakukan pemeriksaan kedua terhitung dari tanggal 11 Mei kemarin," katanya.

Lebih lanjut Rijja mengutarakan, berdasarkan penelurusan riwayat perjalanan, dari hasil investigasi oleh Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Halteng, yang bersangkutan pernah memiliki riwayat perjalanan ke Ternate. 

"Jadi dia punya tiga riwayat perjalanan yakni  ke Ternate, ke tempat kerja, dan balik ke Weda. Namun sebelum itu dia juga tinggal di tempat kerja sejak tanggal 28 April 2020 sampai tanggal 4 Mei 2020, besoknya dia kembali di Weda,  dan tanggal 5 sampai 8 Mei dilakukan pemeriksaan pertama pakai rapid test dan hasilnya reaktif kemudian langsung di rujuk ke RS Chasan Boesoirie Ternate malam itu juga," papar Rijja kepada wartawan.

Sementara untuk yang kontak erat dengannya, kurang lebih ada 10 orang. Hal itu sesuai informasi dari yang bersangkutan.  "Ada beberapa orang yang pernah kontak,  tetapi setelah tim kami turun ke lapangan ternyata mereka tidak ada di tempat,  sehingga kami akan lakukan komunikasi lebih lanjut untuk cepat diperiksa beberapa orang itu," jelasnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat Halteng,  selalu ikuti anjuran pemerintah. Apabila belum ada hal-hal yang penting di luar rumah,  jangan dulu keluar, kalaupun keluar rumah harus menjaga jarak, memakai masker, serta hindari kerumunan. (DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.