Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pengaruh Covid-19, Anggaran DPUTR Kabupaten Pati Dipangkas Rp 105 Milyar

Anggaran DPUTR Kabupaten Pati dipotong untuk refocussing anggaran covid-19 sebesar Rp105 milar. Akibatnya beberapa proyek tertunda, termasuk renovasi Stadion Joyokusumo Pati. Foto : RM
Pati
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati A. Faizal mengaku masih banyak pekerjaan proyek yang tertunda. Hal itu disebabkan karena pengaruh dari pandemi Corona (Covid-19) yang sedang melanda.

"Ini masih rasionalisasi anggaran, dan rata-rata anggaran kita dipotong 33 persen untuk dinas yang bisa dipotong, dan itu digunakan untuk penanganan Covid-19," ungkap Faizal kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dari 33 persen pemotongan anggaran di DPUTR, nilai anggaran yang dipotong sebesar Rp 105 miliar. Anggaran pembangunan yang menjadi kewenangan DPUTR sebelumnya sebesar Rp 287 Miliar. Besar anggaran itu diluar anggaran gaji pegawai.

"Pengaruhnya banyak kegiatan proyek yang ditunda seperti renovasi Stadion Joyokusumo, pembangunan proyek tambatan kapal juga belum dibayar, dan beberapa proyek besar lainnya," ungkap Faizal.

Pemotongan ini, lanjut Faizal, atas perintah dari pemerintah pusat, agar di masing-masing daerah menyediakan anggaran untuk penanganan Covid-19. Pemerintah pusat, tidak akan menyalurkan anggaran apabila daerah tidak menganggarkan untuk penanganan Covid-19, dan saat ini untuk anggaran yang disalurkan hanya gaji pegawai.

"Anggaran masih di pusat, dan kalau belum dipotong maka anggaran tidak akan disalurkan, dan hanya anggaran gaji saja yang disalurkan seperti yang terjadi bulan kemarin," imbuhnya.

Selain itu, masih menurut Faizal, untuk anggaran lain yang dipotong adalah Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga tidak ada proyek yang jalan. Padahal apabila tidak ada pandemi Corona, untuk semua kegiatan yang ada di daerah sudah seharusnya jalan. "Kalau proyek yang nilainya kecil seperti Penunjukan Langsung (PL) tidak ada masalah, termasuk pemeliharaan, karena kalau kita lihat banyak kondisi jalan yang rusak, jadi harus dikerjakan," tandasnya. (WIS).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.