Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Praktisi Hukum Ajak Maknai Harkitnas dengan Bergandengan Tangan Hadapi Pandemi Covid-19

Praktisi Hukum Togar Situmorang, SH, MH, MAP mengajar semua bergandengan tangan untuk hadapi pandemi covid-19.
Denpasar - Meskipun suasana masih dirundung pandemi covid-19, namun semangat untuk bangkit darinya terus digelorakan. Apalagi pada Rabu, 20 Mei 2020 ini, kita memperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Semangat kebangkitan ini seharusnya menginspirasi semua warga bangsa untuk tetap fokus dan semangat dalam melawan covid-19.

Pemaknaan Hari Kebangkitan Nasional ini salah satunya disampaikan oleh praktisi hukum yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP. “Makna Hari Kebangsaan Nasional adalah hari di mana rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran bangkit untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dulunya tidak pernah muncul,” kata Togar Situmorang, SH, MH, MAP, di Denpasar, Rabu (20/5/2020).

Ia menambahkan, mencermati kondisi saat ini, di mana bangsa sedang diguncang wabah virus corona, berbagai permasalahanpun muncul baik di bidang ekonomi, politik maupun sosial budaya, dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional semua elemen bangsa diajak untuk bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Ketua Pengurus Kota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar ini mengatakan, dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional maka seluruh masyarakat Indonesia bisa merefleksikan bagaimana menerapkan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang, termasuk dalam urusan kesejahteraan sosial.

Togar Situmorang yang juga dijuluki Panglima Hukum ini menandaskan, Kebangkitan Nasional juga untuk mengenang kembali bagaimana semangat perjuangan bangsa Indonesia tempo dahulu untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan pembangunan.

Seiring berjalannya waktu, bangsa Indonesia bisa bertahan dalam keadaan sulit, termasuk di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Istilah “new normal” pun muncul di Indonesia setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai di tengah pandemi Covid-19 agar tetap produktif.

“Karena itu, Hari Kebangkitan Nasional harus mampu merekatkan kembali nilai-nilai kekeluargaan untuk saling tolong menolong. Kita harus bersama-sama bergotong royong, merekatkan kembali nilai-nilai kekeluargaan, menjalin kerja sama, saling menolong dan bersatu padu bangkit di tengah pandemi Covid-19 yang meresahkan kita semua,” pungkas Togar Situmorang. (AR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.