Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Sabar, THR untuk PNS Masih Diproses

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Dwi Wahyu Atmaji. Foto : Ist.
Jakarta -
Meskipun anggaran difokuskan untuk penanganan pandemi corona virus disease (Covid-19), Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri masih bisa berlega hati dalam menyambut Idul Fitri tahun ini. Hal ini lantaran, mereka yang jenjang kepangkatannya eselon III ke bawah masih mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS, Polri dan TNI paling lambat dilakukan lima hari sebelum Idul Fitri. Perkiraannya, paling lambat 19-20 Mei 2020.

“Kami berharap bisa dicairkan kurang lebih lima hari sebelum Lebaran maksimal,” ujar Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji.

Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto mengatakan, hingga saat ini sudah banyak satuan kerja (satker) PNS dan veteran yang telah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM).
"Hari ini sudah sebagian besar satker yang mengajukan, masih jalan terus," ujar Andin kepada kumparan, Jumat (15/5).

Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyiapkan ketentuan mengenai pemberian THR PNS. Hal itu tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-343/MK/.02/2020 yang ditujukan kepada Menteri PANRB tersebut. 

Berdasarkan surat itu, THR tahun 2020 akan dibayarkan kepada seluruh ASN, TNI dan Polri dengan jabatan eselon III ke bawah. Komponen THR tersebut terdiri dari gaji pokok dan tunjangan melekat namun tidak termasuk tunjangan kinerja. THR juga tetap diberikan kepada para pensiunan ASN, TNI, dan Polri sebagai masyarakat yang rentan terdampak COVID-19.

Total anggaran THR untuk para abdi negara dan pensiunannya tahun ini sebesar Rp 29,38 triliun. Anggaran ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 40 triliun. Jumlah itu terdiri dari THR dari ASN Pusat, TNI, Polri, senilai Rp 6,75 triliun. Sedangkan,  pensiunan Rp 8,70 triliun dan ASN daerah diperkirakan Rp 13,89 triliun.(KMP)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.