Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Sandi Uno Khawatirkan Kebijakan Pelonggaran PSBB Akan Sebabkan Lonjakan Covid-19

Sandiaga Uno khawatirkan pelonggaran PSBB berdampak pada peningkatan angka positif covid-19.
Jakarta -
Aturan pemerintah mengenai percepatan penanganan Covid-19 dinilai membingungkan masyarakat. Hal ini tampak dari adanya aturan yang tumpang tindih diantara para pembantu Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi sempat melontarkan belum ada kebijakan mengenai relaksasi atau pelonggaran PSBB. Namun, Menteri Erick Thohir telah melayangkan surat edaran kepada seluruh direksi BUMN untuk menginstruksikan anak buah mereka yang berusia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja.

Selain itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga telah membuka seluruh moda transportasi meski dengan catatan harus membawa dokumen penting agar dapat diizinkan keluar dari zona merah. Menyikapi hal tersebut, Ketua Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19, Sandiaga Solahuddin Uno menyampaikan pemerintah perlu mengkaji kembali wacana kebijakan relaksasi PSBB. “Mbak Raiza bisa lihat sendiri, di sini (Pasar Manggis) saja penuh, enggak usah di bandara. Jadi relaksasi PSBB ini perlu berdasar data-data medis, apakah sudah bisa dilakukan relaksasi,” ujar Sandiaga, Selasa (19/5).

Menurutnya, jika pemerintah tidak berhati-hati dalam membuat kebijakan pelonggaran PSBB. Maka, tidak menutup kemungkinan adanya gelombang kedua penyebaran Covid-19 yang akan menelan korban jiwa lebih banyak dari sebelumnya. “Karena, kalau tidak hati-hati, bisa kena gelombang berikutnya, jangan sampai tidak disiplin. Akhirnya, tingkat masyarakat yang tertular semakin tinggi. Patuhi anjuran pemerintah di rumah saja, pakai masker,” tandasnya.(RM)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.