Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Satgas TPPO Polri Periksa WNI yang Menjadi ABK Kapal China

Dugaan perbudakan di Kapal China menimpa ABK dari Indonesia. Jenazah mereka dibuang ke laut tanpa sepersetujuan keluarganya. Foto : Ist.
Jakarta - Kasus dugaan perbudakan di Kapal China tengah diperiksa Bareskrim Polri melalui Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Pada Sabtu, 9 Mei 2020 kemarin, telah dilakukan pemeriksaan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Kapal China. 

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan mengungkapkan, pemeriksaan perdana itu dilakukan setelah para ABK tiba di Indonesia dan sesaat sebelum menjalani proses isolasi mandiri selama 14 hari sesuai standar protokol kesehatan terkait Covid-19.

Pemeriksaan itu untuk mengusut kasus dugaan perbudakan yang terjadi di Kapal China. Satgas TPPO akan akan mendalami segala sesuatu yang berkaitan dengan kejadian yang menimpa WNI itu.

Setelah isolasi mandiri selama 14 hari, para ABK WNI itu nanti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh Satgas TPPO.

Kasus ini mencuat setelah Youtuber Korea Selatan mengungkapkan ada perbudakan di kapal penangkap ikan berbendera China. ABK yang merupakan WNI diduga mendapatkan perlakukan keji di sana.

Jumlah ABK WNI yang berhasil dipulangkan ke tanah air ada 14 orang pada Jumat 8 Mei 2020. Mereka adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selama berada di Busan, para ABK WNI menjalani karantina selama 14 hari dan dimintai keterangan mengenai kondisi mereka saat bekerja di kapal Long Xin 629 oleh aparat penegak hukum Korea Selatan untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan. (AR/OZ)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.