Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Setelah Pemeriksaan Lapangan, Kejari Tikep akan Pelajari Penggunaan Anggaran Covid-19

Kejari Tikep akan mempelajari laporan APIP atas penggunaan anggaran covid-19. Foto : Sukadi.

Tidore -  Anggaran penanganan covid-19 memang dipermudah, lantaran sifatnya yang darurat. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya tidak lantas seenaknya dan menabrak aturan yang ada. Prinsip efektif, transparan dan efisien senantiasa dijunjung dalam penggunaannya.

Penggunaan anggaran covid -19 Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara, melaui dana tak terduga (DTT) sekitar Rp 10 miliar lebih. Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang dikoordinir langsung oleh Inspektorat Kota Tidore Kepulauan baru memeriksa penggunaan anggaran tahap pertama sebesar Rp 2,5 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Soasio Kota Tidore Kepulauan Adam Saimima, S.H, M.H, Selasa (12/5/2020), saat dikonfirmasi wartwan di lantai satu kantor Walikota mengatakan, untuk saat ini Kejari Soasio mengedepankan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), karena dalam regulasi menyangkut penggunaan anggaran daerah harus diinvestigasi oleh APIP.

"Untuk pengunaan anggaran sebesar Rp2,5 miliar, APIP telah menyerahkan hasil laporan investigasi ke Kejaksaan Negeri Soasio, dan saat ini hasil investigasi APIP dalam tahapan dipelajari dan direncanakan Rabu 13 Mei 2020 dilakukan peninjauan lapangan untuk memastikan penggunaan anggarannya," ungkap Kepala Kejari Soasio Adam Saimima, S.H,M.H.

Dia juga menjelaskan, Kajari Soasio tidak pernah mendapat rincian pengunaan anggaran covid-19, karena penggunaan anggaran adalah urusan pemerintah daerah, tetapi ketika mendapat laporan masyarakat menyangkut penggunaan yang tidak sesuai maka Kejari akan tetap melakukan proses hukum

"Soal anggaran itu urusan pemerintah, terkecuali ada laporan masyarakat maka Kejaksaan Negeri (Kejari) akan memproses hukum terhadap laporan itu," tandas Adam.

Dia menambahkan, untuk penggunaan Dana Tak Terduga (DTT) sebesar Rp2,5 miliar, Kejari Soasio mengedepankan kerja APIP dan saat ini APIP teleh selesai melakukan investigasi dan hasil investigasi sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) serta langsung dipelajari. "Rabu akan dilakukan pemantauan lapangan," tagas Adam.

"Untuk penggunaan anggaran covid-19 yang sebesar Rp10 miliar, Kejari Soasio baru mengantongi data yang diserahkan APIP yakni pengunaan anggaran yang Rp.2,5 miliar. Selanjutnya terserah APIP, namun tetap dilakan kordinasi," tegas Adam.

Setelah mengadakan peninjauan lapangan atas penggunaan anggaran yang Rp.2,5 miliar, maka Kejaksaan Negeri kembali akan meminta laporan hasil pemeriksaan penggunaan anggaran sisanya, yakni sekitar Rp.7,5 miliar. (LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.