Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tim Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Pati Diharapkan Tegas untuk Membubarkan Kerumunan Warga

Warga masih sering berkerumun hanya untuk sekedar nongkrong di warung kopi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tim Gugus Tugas PP Covid-19 diminta tegas membubarkan kerumunan warga itu. Foto : Wisnu
Pati - Instruksi Pemerintah untuk memutus mata rantai dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) dengan menerapkan Social Distancing dan menghindari kerumunan nampaknya belum juga digubris oleh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Hal itu menyusul karena masih banyak masyarakat yang berkerumun tanpa memperdulikan efek penularan wabah Covid-19 yang saat ini melanda dunia.

Berdasarkan pengamatan wartawan media ini, kerumunan itu biasanya dilakukan oleh para pemuda yang hanya sekedar minum-minum di warung-warung, mereka berkumpul bersama rekan-rekannya hanya sekedar nongkrong tanpa berfikir bahwa virus Covid-19 ini sangat berbahaya dan cepat sekali penularannya.

Selama ini, pemerintah terutama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Tim Gugus Tugas PP Covid-19) sudah berupaya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan Covid-19 agar tidak menyebar, yang salah satunya menghindari kerumunan atau menerapkan program social distancing. Hanya saja hal itu nampaknya tidak digubris oleh sebagian masyarakat terutama para pemuda yang setiap malam selalu nongkrong dan hanya sekedar minum kopi di warung.

Teguh, salah satu warga Pati, Jum'at (8/5), kepada wartawan mengaku sangat prihatin dengan kondisi para pemuda yang menghabiskan waktunya hanya dengan nongkrong di warung kopi setiap malam dengan cara berkerumun. Padahal hal itu sudah berkali-kali diingatkan oleh pemerintah, maupun dari TNI/Polri untuk melakukan sosialisasi agar menghindari kerumunan.

"Mereka para pemuda tahunya hanya nongkrong, tidak berpikir imbas dari penyakit yang saat ini sedang mewabah dan cepat penularannya," kata Teguh.

Diakuinya, para pemuda ini sudah sering diingatkan agar jangan nongkrong di warung dulu secara berkerumun, apabila ingin membeli sesuatu di warung lebih baik dibungkus saja dan tidak usah nongkrong. Sosialisasi dan himbauan sudah kerap dilaksanakan, namun mereka abai terhadapnya. Mungkin mereka beranggapan mereka imunitasnya masih kuat, namun para pemuda itu bisa menjadi pembawa (carrier) virus corona.

"Jadi kalau butuh sesuatu itu dibungkus saja, tidak usah nongkrong, karena sangat berbahaya apabila tertular virus," terangnya.

Berdasarkan pengamatan wartawan media ini, kerumunan itu biasanya terjadi tidak hanya di satu titik, namun juga rata-rata terjadi di beberapa kecamatan, bahkan di dalam kota Pati.  Setiap kali ada warung kopi, selalu menjadi sasaran para pemuda untuk dijadikan sebagai tempat nongkrong. "Warga sudah sering diingatkan, tapi mereka kurang memperdulikan, jadi kami berharap kepada Pemerintah, TNI/Polri, Satpol PP, untuk lebih tegas membubarkan masyarakat yang ngotot dan masih melakukan kerumunan," pinta warga lain.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.