Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Wali Kota Tikep Keluarkan Edaran Penutupan Pelabuhan

Suasana Pelabuhan Rum yang sepi. Foto : Sukadi.
Tidore
-  Setelah perkembangan warga yang terinfeksi covid-19 mengalami peningkatan, akhirnya Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) mengambil kebijakan untuk menutup akses dari dan ke wilayahnya. Kebijakan itu dikeluarga dalam bentuk Surat Edaran Walikota Tidore Kepulauan Nomor 140/35/01/2020 tentang Penutupan Sementara Kota Tidore Kepulauan dalam Rangka Percepatan Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 19 (covid-19).

Pemerintah Kota Tikep mengambil langkah pemutusan rantai penyebaran covid -19 dengan melakukan penutupan sementara selama 14 hari terhitung mulai tanggal 14 sampai dengan  27 Mei 2020.

Penutupan akses keluar dan masuk ke Kota Tikep ini juga merupakan rekomendasi DPRD Kota Tikep Nomor 170/118/02/2020 tanggal 26 Maret 2020. Di mana dalam point 3 terkait usulan penutupan steril di semua akses masuk dan keluar di wilayah Kota Tikep.

Mengenai kebijakan itu, salah satu Ketua Perkumpualn Speedboat Yunus mengatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah daerah dengan cara menutup akses ke Tidore Kepulauan.

"Kami mendukung langkah pemerintah memutuskan mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19," ujarnya.

Hanya saja, lanjut Yunus, pihaknya meminta kepada semua PNS, TNI/Polri, Pegawai BUMN yang bekerja di Tidore Kepulauan maupun Ternate harus menggunakan jalur kapal ferry.

"Mau dorang terlambat atau apa harus ikut kapal fery, karena speedboat sudah lockdown, dan tidak mungkin kami melayani penumpang yang kami kenal nantinya ada yang saling cemburu sesama motoris," ujarnya.

Yunus mengatakan berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan dengan para motoris, ada dua opsi yang menjadi pembahasan terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok hari-hari selama 14 hari penutupan akses keluar dan masuk ke Tikep.

Pemenuhan kebutuhan pokok yang dimaksud, lanjutnya, opsi pertama dihitung dari 3 kali berlayar dalam sehari akan ditanggulangi oleh dinas terkait sebanyak Rp.900.000 per speedboat dari total speedboat 103, dan opsi kedua adalah bantuan sosial dari Dinas Sosial.

"PAD Kota Tidore Kepulauan ini tidak seberapa, palingan torang akan dapat bantuan sosial BLT senilai Rp.600.000 itu," ungkapnya.

Yunus menambahkan, jika diperbolehkan dirinya mengusulkan agar penutupan akses keluar dan masuk ke Tidore setelah malam "ela-ela" atau lailatul qadar, karena semenjak adanya wabah covid-19 ini penumpang sudah mulai sepi.

"Ini baru torang liat ada penumpang, kalo kemarin-kemarin sepih," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad saat dikonfirmasi terkait dengan dua opsi tersebut mengatakan para motoris akan mendapat bantuan sosial.

"Rp900 ribu itu tarad. Itu semua kembali ke bantuan BLT Rp.600.000," tandas Daud.

Sementara dampak dari penutupan itu juga akan dirasakan oleh para sopir angkot dan tukang ojek yang berada di Pelabuhan Rum. Salah satu sopir angkot Hardi Harun mengatakan bahwa selama masa pandemik covid-19 ini pendapatan para sopir angkot, ojek dan bentor menurun. Apalagi saat ini masih diberlakukan penutupan pelabuhan mulai jam 06:00 s/d 18:00 WIT. (LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.