Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Walikota Bekasi Ancam Cabut Izin Toko yang Masih Buka

Rahmat Effendi senantiasa memantau wilayahnya pada penerapan PSBB. Ia menyatakan akan lebih tegas untuk penegakan hukumnya. Foto : Ist.
Bekasi - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Kota Bekasi dinyatakan akan lebih tegas dalam penegakan hukumnya. Hal itu diungkapkan Walikota Bekasi Rahmat Effendi pada Jum'at (1/5/2020).

Pemberlakuan PSBB ini diharapkan bisa menekan penyebaran virus corona (covid-19) di kota patriot itu.

Rahmat Effendi mengutarakan, pelaksanaan PSBB tahap II ini akan berjalan lebih ketat, pihaknya bahkan tidak segan bakal mencabut izin toko-toko atau tempat usaha di luar yang dikecualikan bila membandel masih buka.

“Tahap kedua (PSBB) ini teguran lisan, teguran tertulis dan perusahaan-perusahan kaya toko apa kita cabut izinnya supaya baru bisa begitu,” kata Pepen, sapaannya akrab Rahmat Effendi, Jum'at (1/5/2020).

Pepen meminta kepada pemilik toko agar mematuhi anjuran pemerintah, jangan sampai tetap melaksanakan aktivitas usaha meski di luar kategori usaha yang dikecualikan.

“Toko-toko kan saya kemarin keliling kok di Jalan Jatiwaringin ini sudah kaya seperti biasa, padahal kan ada jenis 8 usaha yang dikecualikan kaya, minimarket, pasar tradisional, pom bensin, energi PLN, tapi kalau (jenis usaha) biasa ya wajib tutup harusnya,” tandas Pepen.

Ia menambahkan, untuk minimarket dan pasar tradisional jam operasionalnya juga dibatasi. Misalnya saja pasar tradisional sudah harus tutup pada pukul 17.00 WIB sore bila bukanya pagi. Apabila bukanya malam, maka pasar itu harus tutup pukul 05.00 WIB pagi. 

Dari pantauan media ini, minimarket di seputar Bintara, Bekasi Barat, jam operasionalnya juga telah dibatasi. Mereka buka pukul 09.00 dan tutup pukul 21.00 WIB.(AR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.