Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Akhirnya, Jakarta Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi; Inilah Poin Pentingnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Ahmad Reza Patria mengumumkan PSBB Transisi pada Kamis (4/6/2020).
Jakarta -
Setelah sebelumnya berseliweran informasi mengenai perubahan penerapan kebijakan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi Pembatasan Sosial Berskala Lokal, pada Kamis (4/6/2020), Gubernur Anies Baswedan mengumumkan tetap menerapkan PSBB namun dengan masa transisi.

Pada masa transisi ini kegiatan ekonomi sudah mulai dibuka secara bertahap. Perpanjangan PSBB ini tidak ditentunya masanya, namun disebukan bulan Juni merupakan masa transisi.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, PSBB DKI Jakarta masa transisi ini dimulai pada 5 Juni 2020 hingga masa yang tidak ditentukan. Namun bulan Juni ini sebegai masa transisi. Perpanjangan ini tergantung pada indikator-indikator yang selama ini dijadikan evaluasi. Bila stabil dan menurut makan akan dihentikan, bila sebaliknya maka akan diteruskan lagi.

PSBB dengan pelonggaran ini kegiatan ekonomi bisa dilakukan secara bertahap dengan batasan yang harus dipatuhi. Misalnya saja operasional kantor dibatasi dengan 50% kapasitas karyawannya atau 50% karyawan bekerja di kantor dan 50% bekerja di rumah. Dari 50% karyawan yang bekerja di kantor itu jam kerja dan istirahat harus diatur minimal dua sift. "Sistem pembagian jam kerja, separuh bekerja di waktu awal dan sisanya di waktu berikutnya. Misalnya separuh jam awal bekerja jam 07.00 WIB pagi, kemudian sift berikutnya jam 09.00 WIB berikutnya," papar Anies.

Pembagian jam kerja itu untuk menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah besar dalam waktu kerja dan istirahat yang sama. Apalagi di gedung-gedung yang empat lantai ke atas, tentunya jumlah karyawannya begitu banyak, sehingga jam kerja dan istirahatnya harus diatur.

Masa transisi ini di bulan Juni 2020 ini disebut fase pertama. PSBB transisi fase pertama ini bisa diberhentikan kapanpun apabila terjadi peningkatan kasus positif dan kebali ke PSBB ketat seperti sebelumnya.

Gubernur Anies Baswedan juga mengutarakan, seluruh ketentuan mengenai PSBB tetap diberlakukan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman satu meter serta pembatasan keramaian. Prinsip masa transisi ini hanya warga yang sehat yang boleh berkegiatan. Seluruh ruang publik dan kantor hanya boleh diisi 50% kapasitasnya.

Pada masa PSBB transisi fase pertama ini, protokol pergerakan penduduk tetap diterapkan yakni kendaraan umum hanya diisi 50% dari kapasitasnya. Untuk ojek online menggunakan protokol COVID-19.

Perkantoran baru diperbolehkan untuk beroperasi pada pekan kedua Juni yaitu tanggal 8 Juni 2020. Pengoperasian perkantoran dengan memperhatikan yang sudah disebutkan dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Yang paling menggembirakan, kegiatan ibadah sudah bisa dilakukan mulai besok, 5 Juni 2020, dengan kapasitas 50% dan dengan mempergunakan jarak aman satu meter. Untuk kegiatan keagamaan yang sifatnya mengumpulkan massa masih belum diizinkan.

Kegiatan pendidikan masih harus dijalankan belajar dari rumah. Kegiatan pendidikan ini untuk seluruh jenjang pendidikan. Termasuk juga tempat penitipan anak maupun lembaga kursus.

Sementara itu, untuk pusat perbelanjaan baru bisa memulai usahanya pada Senin 15 Juni 2020 dengan kapasitas 50%.

Apabila fase pertama PSBB transisi ini sudah berjalan aman, sehat dan produktif maka baru bisa memasuki fase kedua. Pada fase kedua ini, kegiatan keagamaan yang bersifat mengumpulkan massa sudah bisa dilakukan.


Prinsip Masa Transisi DKI Jakarta

1. Hanya warga sehat yang boleh bepergian

2. Semua tempat dan semua kegiatan hanya boleh diisi setengah dari kapasitas

3. Untuk kegiatan-kegiatan tertentu, usia lanjut, anak-anak dan ibu hamil dilarang

4. Selalu pakai masker jika diluar rumah, jika tidak akan didenda Rp250.000
 
5. Jaga jarak aman (min 1 meter), cuci tangan dengan sabun, dan menerapkan etika batuk/bersin


Protokol Penting di Tempat Kerja:

1. Proporsi Karyawan yang bekerja adalah separuh dari kapasitas normal. Sisanya bekerja dari rumah (WFH).

2. Dari yang bekerja, dibagi dua shift (misal 07:00 dan 09:00 WIB), agar jam masuk, jam istirahat dan jam pulang tidak bersama-sama.

3. Perkantoran bisa mulai 8 Juni dengan kapasitas 50% dengan memperhatikan physical distancing.

Mobilitas Kendaraan

1. Mobil/Motor Pribadi dengan 1 keluarga bisa 100% kapasitas

2. Angkutan Umum dengan 50% kapasitas


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.