Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Bangunan Talut Beton di Payahe Halteng yang Menghabiskan Anggaran Rp30 milyar Sudah Rusak

Bangunan boring di jalan Payahe Weda terlihat sudah rusak dan membayakan pengguna jalan. Foto : Masdar Hi Ahmad.
Weda
- Pembangunan talut beton ( boring) dengan nomenklatur jalan Payahe, Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, yang menelan anggaran Rp 30 miliyar lebih dan dibangun pada tahun 2019 ini terlihat kualitas bangunannya kurang baik.

Proyek Balai Kementerian Jalan dan Jembatan Provinsi Maluku -Maluku Utara itu sudah terlihat rusak sehingga menggangu aktivitas pengendara yang melintasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pekerjaan talut beton itu dikerjakan PT Intim Kara dan diduga tanpa ada pengawasan yang memadai, karena pengerjaannya sudah mendekati berakhirnya tahun anggaran 2019.

Selain itu,  pekerjaan proyek tersebut juga diduga tidak menggunakan petunjuk tehnis yang ada dalam RAB, padahal didalam pekerjaan di setiap timbunan 30 senti harus di gilas dengan alat berat bomaks,  namun diduga hal itu tidak dilaksanakan. 

Sementara itu, tenaga ahli PT Intim Kara Hi Amir ketika dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan bahwa kerusakan talut itu dirinya tidak pernah mengetahuinya. Amir menyatakan, dirinya tidak mau bertanggung jawab karena dia hanya sebagai tenaga ahli.

"Saya tara bisa tanggung jawab.saya ini ahli jadi kalau PT Intim Kara suruh saya karja itu saya karja, lebe baik ngoni hubungi Intim Kara saja," pungkasnya.

Disisi lain, pihak PT. Intim Kara yang dikonfirmasi lewat orang kepercayaanya, Hadiman, mengatakan bosnya mengakui pembangunan talut beton itu sudah rusak parah dan akan segera diperbaiki kembali. (Masdar Hi Ahmad)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.