Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Diduga Bergaya Hidup Mewah, MAKI Adukan Ketua KPK ke Dewan Pengawas

Foto yang ramai di medsos memperlihatkan Ketua KPK Firli Bahuri menaiki helikopter untuk berziarah. Foto : Ist.
Jakarta -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan aksi heroik dalam pemberantasan korupsi, melainkan gaya hidup sang Ketuanya. Ya, masyarakat dibuat ternganga terhadap dugaan gaya hidup mewah yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri.

Masyarakat kemudian mengadukan dugaan gaya hidup mewah sang ketua itu ke Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak Dewan Pengawas mengakui telah menerima aduan dan akan mengumpulkan bukti terkait dugaan gaya hidup mewah Ketua KPK Firli Bahuri.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris. Ia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut sebagaimana mandat Pasal 37B ayat (1) huruf d Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

"Laporan pengaduan masyarakat terkait penggunaan helikopter oleh Ketua KPK pak Firli Bahuri sudah diterima Dewan Pengawas KPK," ungkap Syamsuddin Haris dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

Ia menambahkan, Dewan Pengawas akan terlebih dahulu mempelajari dan mengumpulkan bukti berikut fakta sebelum menyimpulkan pelanggaran etik.

Anggota Dewan Pengawas KPK lainnya, yakni Albertina Ho, mengamini apa yang disampaikan koleganya itu. Ia menambahkan pihaknya juga sudah menerima laporan mengenai ketidakpatuhan Firli atas protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat melakukan ziarah makam.

"Sudah, juga dalam proses," katanya singkat.

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman membuat dua laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Firli.

Pertama, soal ketidakpatuhan atas protokol kesehatan. Kedua, soal gaya hidup mewah dengan menggunakan helikopter milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO untuk kepentingan pribadi melakukan ziarah.

Dalam Peraturan Dewan Pengawas Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK, Poin 27 aspek Integritas mengatakan: Kode Etik dari Nilai Dasar Integritas tercermin dalam Pedoman Perilaku bagi Insan Komisi sebagai berikut, (27), tidak menunjukkan gaya hidup hedonisme sebagai bentuk empati kepada masyarakat terutama kepada sesama Insan Komisi.

Boyamin Saiman mengungkapkan, MAKI telah menyampaikan melalui email kepada Dewan Pengawas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli Ketua KPK atas penggunaan Helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2020.(CN/AR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.