Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Diserang OTK, Dua Warga Desa Bobane Jaya Lari Minta Bantuan

Warga beserta aparat TNI mencari OTK yang menyerang warga. 
Weda -
Dua orang Warga asal Desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat Halmahera Tengah (Halteng) Maluku Utara (Malut) Jum'at kemarin sekitar pukul 14.00 WIT diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) di jalan Kilo Meter Delapan, dengan menggunakan senjata tajam jenis panah dan parang. 

Peristiwa penyerangan itu terjadi di hutan perbatasan antara Kecamatan Patani Barat dan Kecamatan Patani Timur, Kedua warga tersebut adalah Ahmad Hayun, dan adiknya Ilham Hayun.

Kepala Desa Bobane Jaya, M Taha Munir saat dikonfirmasi Via Telpon siang tadi Sabtu (13/6/2020), membenarkan kedua warganya itu diserang OTK di kilo 8 saat hendak mengambil pala. 

 "Iya benar, jumat siang kemarin, dua warga saya yang pergi ke kebun untuk ambil pala namun  sampai di hutan,  kedua kaka beradik itu di serang OTK menggunakan panah,"ucap Kades

Kata Kades,  sebelum terjadi peristiwa tersebut, kedua korban yang merupakan Kakak beradik itu, menggunakan kendaraan roda dua dari kampung dengan tujuan mengambil buah pala hutan, namun saat keduanya tiba di kilo 8, tiba-tiba muncul 6 orang tak dikenal yang hanya menggunakan celana dalam dilengkapi dengan panah dan parang lalu menyerang keduanya dengan jarak kurang lebih sekitar 100 meter. 

 "Saat itu juga dorang (OTK)  panah mereka berdua tapi tidak kena,  Kedua warga saya kemudian mundur dan menghindar, lalu sang kakak menyuruh adiknya ke kampung minta pertolongan, "jelas Kades yang di kutip dari korban. 

setelah mendapat laporan dari Ilham Hayun, lanjut kades,  pihaknya bersama warga dan aparat keamanan langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi itu.

"Saat tiba lokasi memang tidak lagi bertemu dengan pelaku, tetapi ditemukan sejumlah tanaman warga seperti pisang, cengke yang sudah dipotong, ada juga rumah kebun beserta peralatan ikut dirusak,  bahkan sepeda motor yang digunakan korban pun tempat duduknya dicincang,"kata Kades 

Sementara untuk bukti seperti panah memang tidak ditemukan di TKP,  Hanya saja berdasarkan keterangan dari kedua korban, mereka dipanah OTK sebanyak dua kali, anak panah yang pertama jatuh disamping mereka berdua, ketika sang kakak hendak mengambil anak panah itu, namun adiknya meminta untuk jangan lantaran OTK akan kembali memanah, akhirnya anak panah itu pun tidak diambil, keduanya lantas mundur dan menghindar.

"Kalau informasi yang dipanah ini benar, kemungkinan para OTK mengambil kembali anak panah mereka, Karena di TKP tidak ditemukan apa-apa, hanya temukan bukti pengrusakan rumah, motor dan tanaman warga,"Jelas Kades.

Lanjutnya,  warga yang masuk ke hutan dan melakukan penyisiran tidak lagi menemukan para pelaku penyerangan. Sedangkan Ahmad Hayun, ditemukan kurang lebih 2 kilo meter dari TKP dalam keadaan sehat dan tidak lecet sedikipun. 

"Jadi saya saat itu juga lari untuk menghindar dari serangan panah,"ujarnya Korban kepada kades.

 Kades berharap,  aparat keamanan yang berada di Kecamatan Patani Barat, dibekali senjata, karena saat kita ke TKP aparat keamanan berjalan dengan tangan kosong. "Jadi kami berharap agar ini disikapi serius, agar tidak terjadi lagi, Sebab, kejadian serupa sudah perna terjadi bahkan di lokasi yang sama,"harapnya.

Kades juga menghimbau kepada warga setempat untuk sementara waktu jangan dulu berpergian di kebun.  (DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.