Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Ganjil-Genap akan Diberlakukan Kembali, Ojol dapat Pengecualian

Jakarta -
Setelah tak diberlakukan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap satu hingga tiga, kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peraturan soal berkendara di periode transisi PSBB. Ganjil genap dipastikan akan berlaku lagi, bukan cuma terhadap mobil tapi motor juga kena.

Pembatasan kendaraan kendaraan bermotor itu termaktub dalam Pasal 17 ayat 1 Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif

Pada Pasal 17 ayat 2 Pergub tersebut, "Kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil-genap pada kawasan pengendalian lalu lintas."

Pada Pasal 18 juga diatur bahwa kendaraan roda dua dan roda empat bernomor ganjil hanya bisa melintas di ruas jalan pada tanggal ganjil. Sementara kendaraan roda dua dan roda empat bernomor genap hanya bisa melintas di ruas jalan pada tanggal genap.

"Setiap pengendara kendaraan bermotor beroda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua) dengan nomor pelat ganjil dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal genap, setiap pengendara kendaraan bermotor beroda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua) dengan nomor pelat genap dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal ganjil; dan nomor pelat sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b merupakan angka terakhir dan nomor pelat kendaraan bermotor roda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua)," demikian bunyi Pasal 18.

Dalam pasal yang sama diatur juga soal pembatasan kendaraan umum yang hanya boleh mengangkut 50% dari kapasitas. Ada juga pengaturan terhadap pengendalian parkir luar ruang milik jalan.

Kebijakan ganjil genap pada sepeda motor dan mobil ini menjadi bagian dari penerapan masa transisi PSBB DKI Jakarta yang secara resmi mulai berlaku pada pertengahan pekan depan. Seiring hal tersebut pusat-pusat bisnis, perbelanjaan, tempat ibadah, serta perkantoran mulai diperbolehkan kembali beroperasi secara bertahap.

Ojol Dikecualikan

Pembatasan ganjil genap yang tidak hanya berlaku untuk mobil namun juga motor membuat kawatir ojek online (ojol). Namun, tenang saja, dalam pasal 18 ayat 2 Pergub itu, ojol masuk dalam salah satu moda transportasi yang dikecualikan.

Ketentuan dalam Pasal 18 ayat 2 adalah sebegai berikut : "Pengendalian lalu lintas dengan sistem ganjil genap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan untuk:
a. kendaraan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara PT Indonesia;
b. kendaraan Pemadam Kebakaran dan Ambulans;
c. kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
d. kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional yang menjadi tamu negara;
e. kendaraan Pejabat Negara;
f. kendaraan Dinas Operasional berpelat dinas, Kepolisian dan TNI;
g. kendaraan yang membawa penyandang disabilitas
h. kendaraan angkutan umum (plat kuning);
i. kendaraan angkutan barang, tidak termasuk double cabin;
j. kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian, seperti kendaraan Pengangkut Uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dari Kepolisian; dan
k. angkutan roda dua dan roda empat berbasis aplikasi yang memenuhi persyaratan berdasarkan Keputusan Kepada Dinas Perhubungan."

Berdasar ketentuan tersebut, kendaraan angkutan umum dan ojol mendapatkan pengecualian dari Pergub itu. (AR/DT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.