Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kejari Tikep Tindaklanjuti Instruksi KPK Soal Aset Pemprov Malut dari Pemprov Maluku

Kajari Tikep Adam Saimima SH MH
Tidore
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Senin (15/6) memanggil Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) serta Bagian aset Kota Tikep.

Pemanggilan yang dilakukan guna memastikan instruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan aset milik Pemprov Maluku yang diserahkan ke Pemprov Malut yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaanya.

Kajari Kota Tikep Adam Saimima. SH. M.H. saat diwawancarai media ini di kantornya  mengatakan pemanggilan Kadisperkim serta bagian aset itu hanya sebatas mempertanyakan terkait dengan tindaklanjuti instruksi KPK terkait dengan aset milik Pemprov Maluku yang diserahkan ke Pemprov Maluku Utara namun tidak diketahui keberadaanya sampai saat ini.

"Pemanggilan tadi terkait dengan soal aset milik pemprov maluku yang sudah diserahkan ke pemprov malut namun keberadaan aset itu di tidore," ungkapnya.

Adam menjelaskan saat pemanggilan itu, bagian aset serta disperkim tidak mempunyai data soal aset milik Pemprov Maluku yang sudah diserahkan ke Pemprov Malut yang berada di Tidore.

"Ada 8 aset sesuai yang disampaikan oleh bagian aset dan disperkim tadi, mereka tidak punya data soal keberadaan aset itu, makanya mereka akan berkoordinasi lagi dengan pihak provinsi guna pastikan kebradaan aset yang ada di Tidore itu," tegasnya sembari mengaku delapan aset itu rata-rata bangunan dan tanah.

"Jadi sampai sekarang kami belum ketahui soal status aset tersebut, nanti setelah data sudah diserahkan baru kami tindaklanjuti," tambahnya.

Adam menegaskan akan terus memastikan dan terus mengawal kegiatan penyelamatan aset-aset tersebut."Kalau data sudah ada langsung kami tindaklanjuti,"tandasnya.

Sementara itu, Kadisperkim Kota Tikep Muslihin saat ditemui di Kejari mengakui Pemkot saat ini hanya mengantongi jumlah aset milik Pemprov Maluku yang sudah diserahkan ke Pemprov Malut yang berada di Kota Tikep.

"Yang kami tahu saat ini ada 8 aset, dari 8 aset itu 6 aset sudah diketahui keberadaanya, sementara duanya belum diketahui. Tapi 6 aset yang sudah diketahui keberadaanya itu kami juga belum tahu lokasinya dimana, makanya kami masih koordinasi lagi dengan pemprov, untuk meminta data agar mempercepat kami tindaklanjuti," pungkasnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.