Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kesepakatan Belum Dilaksanakan, Warga Desa Maidi Kota Tikep Malut Kembali Datangi Sang Kepala Desa

Masyarakat Desa Maidi Kota Tikep Maluku Utara, Senin (22/6) kembali mendatangi Kantor Desa untuk menuntut dijalankannya kesepakatan yang telah  mereka buat dengan Aparatur Desa guna memberikan transparansi pengelolaan keuangan desa dan sejumlah tuntutan lainnya. Foto : Sukadi Hi Ahmad.
Tidore
- Forum Peduli Kelangsungan Desa Maidi FOLILA MAIDI, kembali mendatangi kantor Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara untuk melakukan hearing dengan jajaran Pemerintah Desa Maidi.

FOLILA MAIDI menilai Pemerintah Desa Maidi, tidak melakukan apa yang sudah disepakti dalam pertemuan sebelumnya beberapa waktu lalu. Hasil kesepakatan sebelumnya ada sebanyak 7 poin diantaranya: 1. Menyalurkan BLT sebelum tanggal 24 (Sesuai Instruksi Mentri Desa PDT No 1 Tahun 2020) dengan menunggu pencairan anggaran. 2. Mambatu mesyarakat membuat KTP dan KK. 3. Memberikan kejelasan terkait pengelolaan BUMDes, 4. Memberikan transparansi anggaran yang bersumber dari DD denan ADD, 5. Mengeluarkan Maklumat Kepala Desa terkait larangan pemeriksaan penumpang kapal laut di Pelabuhan laut Maidi, 6. Memberikan Format RPJMdes Desa Maidi tahun 2020. (Keterangan kades menunggu koordinasi dengan walikota Tikep), 7. Memberikan data penerima BLT kepada FOLILA Maidi untuk dikawal.

Masyarakat kecewa karena kesepakan tersebut tidak dilakukan Pemerintah Desa Maidi. Pada Senin, 22 Juni 2020,  FOLILA MAIDI kembali mendatangi kantor desa untuk menanyakan alasan pemerintah desa belum juga melaksanakan kesepakan yang telah dicapai sebelumnya.

Korlap aksi, Julfikar Hasan, mereka mendatangi kantor desa karena ingin meminta klarifikasi terkait dengan kesepakatan dengan Kepala Desa dalam hearing yang dilaksanakan di Balai Desa Maidi, dihadiri pula oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, dan Camat Oba Selatan bulan lalu.

"Kami hadir meminta kejelasan Kepala Desa Maidi terkait 7 poin tuntutan yang hingga kini belum ada progresnya, namun kedatangan kami langsung disambut oleh keras oleh beberapa aparat Desa Maidi. Kami langsung dicekik leher, padahal kedatangan kami baik-baik, dan kami sudah penuhi prosedur administrasi dengan menyurati terlebih dahulu pada tanggal 8 Juni 2020 namun tidak ditindaklanjuti Pemdes Maidi," ungkap Korlap Julfikar Hasan

Mereka juga menyesalkan tindakan aparat desa yang seharusnya melayani masyarakatnya, namun malah menunjukkan arogansi dan tindakan kekerasan fisik terhadap masyarakatnya. Malahan, lanjut Julfikar Hasan, sewaktu hearing tidak ada langkah tepat yang dilakukan oleh Kepala Desa dalam memenuhi 7 point yang menjadi tuntutan.

Julfikar menambahkan, Kepala Desa diminta untuk segera memberikan format RPJMDes Desa Maidi, dan penerima BLT DD Desa Maidi karena itu adalah informasi publik dan sudah disepakati di atas surat pernyataan.

"Kami tetap konsisten mengawal kebijakan Desa Maidi. Kami juga meminta Kades Maidi segera penuhi tuntutan yang telah disepakati, bila tidak kami akan menempuh jalur hukum," tegas Julfikar Hasan. (Sukadi Hi Ahmad)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.