Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kreasi Disdukcapil Kota Tikep Layani Adminduk Saat Pandemi

Layanan Adminduk di Disdukcapil menggunakan WA untuk mengurangi antrian dan tetap menggunakan protokol kesehatan. Foto : Sukadi Hi Ahmad. 
Tidore - 
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) memastikan pelayanan perekaman E-KTP jelang pemilihan kepala daerah tetap berjalan dengan normal. Meski ketersedian anggaran pelayanan keliling melalui DAU telah dialihkan untuk penangan Covid -19.

"Tentu kami upayakan, soal pelayanan tetap berjalanan. Tapi untuk pelayanan keliling ini, dananya melalui DAU, namun sudah dialihkan untuk penanganan covid-19, makanya kami akan sesuaikan," ungkap Kadisdukcapil Tikep Sunaryah Saripang saat diwawancarai Bizlawnews,  Senin (15/6).

Sunaryah mengaku ketersedian dana yang ada di Disdukcapil saat ini tinggal dana rutin yang hanya diperuntukkan kegiatan operasional rutin seperti pembayaran listrik dan lain-lain.

"Tapi soal ketersedian blanko tetap aman jelang pilkada, karena blanko ini melalui DAK (Dana Alokasi Khusus)," katanya. 

Dia juga menjelaskan, menjelaskan Disdukcapil akan tetap mengupayakan jemput bola jika ada kebutuhan perekaman yang cukup banyak. "Karena selain pelayanan di kantor, kami juga mempunyai mobil pelayanan yang bisa dipakai untuk proses perekaman," terangnya.

Selain itu, Sunaryah menambahkan, imbas pandemi wabah virus corona juga mengubah sistem kerja Disdukcapil Tikep. Pihaknya mengatakan warga yang ingin melakukan pengurusan berkas administrasi kependudukan (adminduk) harus melalui WhatsApp (WA).

"Untuk menghindari kerumuman dan tidak membenarkan untuk antrean, kalau terpaksa juga harus jaga jarak, tapi kebanyakan melalui WA. Yang pengurusan di kantor wajib menggunakan masker, kalau warga tidak ada masker kami sediakan, jadi warga tidak pakai masker kami langsung kasih," jelasnya.  Ia mengaku model pelayanan tersebut dirubah sudah sejak Februari 2020.

Dia menjelaskan untuk menghindari penyebaran virus corona maka diputuskan seluruh pelayanan tersebut ditiadakan dan dialihkan ke pelayanan melalui pesan singkat WhatsApp. Walaupun dilakukan melalui WA, Sunarya bilang, pelayanan adminduk bagi masyarakat jalan setiap hari. Hal tersebut dikarenakan nomor WA pelayanan sudah dicantumkan di depan kantor.

"Kami cantumkan nomor WA di depan kantor, nanti mereka masing-masing kirim berkas sesuai mereka punya kebutuhan mau buat akta kelahirankah, Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK). Jadi mereka mengirim berkas lewat foto dan kirim lewat WA, setelah selesai dikerjakan, baru mereka datang membawa berkas asli untuk ambil kebutuhan yang mereka buat," jelasnya.

Dirinya menegaskan, di tengah pendemi pelayanan adminduk yang paling banyak diurus adalah KK. "Pengurusan KK paling banyak, karena covid ini mereka terima bantuan harus syaratnya KK," pungkasnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.