Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Lahan DPUTR Pati Diserobot, Ada Apa dengan Desa?

Proyek pengerjaan drainase di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati diduga menyerobot lahan milik DPUTR Pati. Kepala Desa beralasan pembangunan itu atas desakan masyarakat. Foto : Wisnu
PATI
- Warga Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mempertanyakan proyek pembangunan drainese jalan yang dibangun di lokasi jalur milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Proyek pembangunan drainese yang dikucurkan dari Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020 dengan volume Panjang 178 meter, Lebar 1 meter dan Tinggi 0,8-0,9 meter dan berlokasi di Dukuh Pandak dikerjakan melalui swakelola dengan anggaran Rp 178 juta.

"Kami pertanyakan itu karena tidak seharusnya Kepala Desa membangun di lokasi PU, karena itu bukan tanggung jawabnya," ungkap salah satu warga Desa Tlogosari kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, lokasi yang dibangun drainese oleh Kepala Desa Tlogosari seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas PUTR, bukan kewenangan desa, apalagi mengambil anggaran dari DD tahun 2020, sebab di Desa Tlogosasi masih butuh sentuhan dan perhatian untuk pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Lahan desa itu masih banyak yang harus dibangun, dan Kades tidak sepantasnya menyerobot lokasi yang bukan milik Desa, apalagi itu wilayah milik Dinas PUTR," cetusnya.

Proyek drainase di Desa Tlogosari ini menggunakan ADD sebesar Rp.178 juta.
Secara terpisah, Kepala Desa Tlogosari Ali Rahmat ketika dikonfirmasi melalui pesawat selulernya membenarkan bahwa pembangunan drainese yang dikerjakan berada di lokasi milik Dinas PUTR, hanya saja proyek itu dikerjakan atas desakan masyarakat yang membutuhkan harus diadakan pembangunan drainese di lokasi tersebut.

"Untuk lokasi sebelumnya kita sudah usulkan ke DPUTR, hanya saja tidak direspon, sehingga dari hasil kesepakatan bersama melalui musyawarah dusun dan musyawarah desa kita sepakati harus dibangun drainese, karena memang kebutuhannya sangat mendesak," katanya.

Desakan yang menjadi kebutuhan masyarakat yaitu untuk aliran air di lokasi tersebut biasanya air yang mengalir cukup deras, dan mengalir hingga ke jalan dan halaman rumah warga, selain itu juga untuk aliran air kalau dibiarkan akan mengggerus medan jalan yang akan mengakibatkan kerusakan jalan.

"Itu kalau kita biarkan maka jalan akan rusak, jadi saya bersama warga berinisiatif untuk menganggarkan dari DD, untuk membuat drainese," ujar Kepala Desa Tlogosari Ali Rahmat.

Pembangunannya pun, lanjut Ali, dari pihak desa sudah melakukan koordinasi dengan menyurat ke Bupati Pati, bahkan untuk surat itu juga ditembuskan ke Dinas PUTR, Inspektorat, Bapermades, dan Camat Tlogowungu bahwa akan diselenggarakan kegiatan teraebut.

"Jadi kalau ada yang tidak menyetujui untuk dibangun Drainese itu hanya 1 atau 2 orang saja, karena kita bangun ini atas desakan masyarakat, bukan kemauan saya sendiri, dan proyek pembangunan itu juga sudah di cek langsung dari pihak Bapermades, dan tidak ada masalah, karena itu sesuai kebutuhan warga," pungkasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.