Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Masyarakat Desa Todapa Kota Tikep Tuntut Kejelasan BLT DD dan Keseriusan Penanganan Covid-19

Perwakilan masyarakat Desa Todapa beraudiensi dengan Kepala Desa Todapa, Camat Oba dan dihadiri oleh Danramil Oba, Kapolsek Oba, Solidaritas Pemuda Pelajar Mahasiswa. Foto : Sukadi Hi Ahmad
Tidore
- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi mengubah alokasi anggaran dana desa menjadi untuk bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan tersebut, merupakan kegiatan penanganan dampak virus Corona yang memberikan efek negatif terhadap perekonomian.

Kebijakan ini, tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 40/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Dana yang akan digunakan untuk BLT ini, nantinya akan bersumber dari dana desa yang digunakan untuk mengurangi dampak ekonomi akibat wabah virus Corona di daerah pedesaan

Meskipun pemerintah pusat melaui Kementrian Keuangan sudah mengeluarkan peraturan menteri terkait dengan pengelolaan dana desa akan digunakan untuk BLT, peraturan ini terkesan diabaikan oleh sejumlah kepala desa di Kota Tidore Kepulauan. Hal ini membuat sejumlah desa di sana hingga saat ini belum melakukan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD).

Terkait dengan hal ini, pada Kamis (4/6/2020) sekitar Pukul. 10.00 WIT, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Oba telah dilaksanakan pertemuan antara Camat Oba dengan Solidaritas Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat Desa Todapa.

Pertemuan itu dilakukan terkait dengan kinerja pemerintah desa yang dinilai lemah dalam penanganan Covid-19 dan bahkan hingga saat ini pihak pemerintah desa belum melakukan penyaluran BLT DD.

Hearing tersebut juga dihadiri oleh Camat Oba Halid Tomaidi, Danramil Oba Kapten Inf. Ashino, Kapolsek Oba Ipda. Ryan Tiantoro Putra S.Tr.K, Kasi Pemerintahan Ismid Nasir S.sos, Kades Todapa Risal Ibra, Bendahara Desa Todapa, Sekertaris Desa Todapa, Mahasiswa dan Masyarakat Desa Todapa.

Pertemuan yang dilakukan di Aula Kantor Camat Oba di Kelurahan Payahe,  dipandu langsung oleh Camat Oba, Halid Tomaidi. Pertemuan itu membahas persoalan Pemdes Desa Todapa yang dinilai lemah dalam penanganan Covid-19 dan bantuan BLT DD yang belum direalisasikan.

Adapun tuntutan dari Solidaritas Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat Desa Todapa Kecamatan Oba diantaranya: 1. Pemdes Todapa agar segera mengadakan tempat cuci tangan untuk masyarakat Desa Todapa, 2. Agar segera menyalurkan BLT DD, 3. Agar diperjelas Jumlah KK yang menerima BLT DD, 4. Memperjelas dan mempertegas terkait dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Desa Todapa

Sementar itu, Kepala Desa Todapa Risal Ibra menyampaikan, terkait tuntutan dari Solidaritas Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat Desa Todapa diantaranya untuk tempat cuci tangan Pemerintah Desa sudah menyiapkan dan akan segera bagikan di Desa Todapa.

Dia juga memaparkan, untuk BLT DD Desa Todapa masih menunggu konfirmasi dari Pemerintah Kota Tikep karena untuk sementara masih dalam keadaan berduka karena istri Walikota Tikep meninggal.

Untuk Satgas Covid Desa Todapa, lanjut Risal, sudah dibentuk dan disampaikan untuk berkantor sementara di Kantor Desa Todapa. "Kami pemerintah desa akan mempertegas Tim Gugus Covid-19 agar bekerja maksimal dalam hal penanganan Covid-19," pungkas Rasil Ibra.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.