Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Mendikbud, Hanya Sekolah di Zona Hijau yang Boleh Buka; PAUD Nunggu 5 Bulan Lagi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim.
Jakarta -
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan pada Senin (15/6) sore ini sekolah yang berada di zona hijau boleh menyelenggarakan pendidikan tatap muka dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Nadiem menandaskan, kebijakan ini diambil untuk tahun ajaran baru 2020/2021 ini yang rencananya akan dimulai bulan Juli mendatang.

Ia juga mengatakan, pembukaan sekolah itu tidak dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap. Mantan bos Gojek itu juga menandaskan, sekolah yang boleh masuk itu SMP ke atas di zona hijau.

Kebijakan diambil melalui tiga tahapan yakni tahap pertama, yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka itu siswa jenjang SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs dan Paket B. Kemudian, pada tahap kedua, dilaksanakan setelah tahap I yakni bagi jenjang pendidikan SD, MI, Paket A dan Paket B.

Lalu, untuk tahap ketiga, dilaksanakan setelah tahap kedua bagi PAUD Formal (TK, RA, TKLB) dan Non formal,

Bila dihitung, siswa PAUD yang mau masuk harus nunggu 5 bulan lagi dari hari ini dan harus berada di zona hijau.

Bukan hanya itu, Mendikbud juga menjelaskan bahwa syarat sekolah dibuka ialah harus sesuai dengan daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan dari Kemenkes. Seperti ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, yakni toilet bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan, dan disinfektan.

Tidak hanya itu aja, pada Juli 2020 di zona hijau dan sekolah sudah memenuhi check list, sekolah juga harus menerapkan prosedur atau ketantuan lain. Ketentuannya ialah kondisi siswa di kelas tidak bisa penuh. Dalam artian jika kondisi biasa ada 28-30 siswa dalam satu kelas, maka pada masa pandemi Covid-19 ini jumlah siswa yang masuk hanya 18 siswa saja.

"Jumlah itu bagi siswa jenjang sekolah dasar dan menengah. Sedangkan bagi PAUD dan SLB jumlahnya ialah 5 siswa per kelas. Nantinya, akan dilakukan sistem pergantian kelas," jelas Nadiem Makarim.

Dalam masa transisi ini (dua bulan pertama), hanya ada aktivitas di kelas saja. Artinya, siswa hanya masuk ke kelas dan mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas, setelah itu pulang. Untuk aktivitas ekstra kurikuler dan kegiatan lain di sekolah yang bisa mengumpulkan banyak siswa, maka ditiadakan. Termasuk kantin juga tidak diperkenankan buka. Adapun Penyusunan Keputusan Bersama Kementerian tentang panduan tersebut diumumkan secara virtual melalui webinar, Senin (15/6/2020) sore.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.