Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Novel Baswedan : Bebaskan Saja, Mereka Bukan Pelakunya

Terdakwa penyiram Novel Baswedan diragukan bahwa dialah pelakunya. Novel Baswean dan Refly Harun meminta agar mereka dibebaskan saja. Foto : Ist.
Jakarta -
Kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bak drama.  Episode penuntutan pelaku penyiraman air keras yang hanya satu tahun penjara lantaran mereka beralasan tidak sengaja seolah menjadi gunjingan publik. 

Beberapa pihak malah beranggapan semakin kelihatan bahwa pelaku yang dihadirkan itu bukanlah orang yang melalukan penyiraman terhadap Novel. 

Novel Baswedan bendiri mengungkap hal itu.  Ia ragu terhadap dua terdakwa penyiraman air keras yang melukai wajahnya.

Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette menurut Novel Baswedan diduga bukan pelaku yang sebenarnya.

Keraguan itu muncul lantaran saksi-saksi yang dihadirkan menyangkal bahwa keduanya adalah pelaku penyiraman. Sejurus itu, para penyidik dan jaksa tidak bisa menjelaskan kaitan pelaku dengan bukti yang ada.

“Saya tidak yakin kedua orang itu pelakunya. Ketika saya tanya penyidik dan jaksanya mereka tidak ada yang bisa jelaskan kaitan pelaku dengan bukti. Ketika saya tanya saksi-saksi yang melihat pelaku dibilang bukan itu pelakunya,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi @nazaqistsha, Senin (15/6).

Novel pun pesimis dalangnya bakal terungkap. Apalagi bila melihat cara pengungkapannya selama ini. 

Novel pun sepakat dengan Refly Harun, pakar hukum tata negara,di mana ia menyarankan agar kedua terdakwa yang dituntut penjara 1 tahun oleh jaksa dibebaskan saja.

Refly sebelumnya menilai, jika Novel ragu dengan kedua terdakwa, maka keduanya harus dibebaskan dari tuntutan.

Refly Harun menandaskan,  dalam kasus Novel, dia ingin mengatakan, jika bukan pelaku sebenarnya, maka yang bersangkutan tidak boleh dihukum walau hanya sehari. (PS/AR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.