Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pakar Epidemiologi Sarankan PSBB Jakarta Diperpanjang

Jakarta -
Jumlah angka positif covid-19 di Ibu Kota Jakarta masih bertambah. Per 3 Juni kemarin saja, masih bertambah sebanyak 83 kasus baru, sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian serius bagi pengambil kebijakan di DKI Jakarta.

Kabar akan adanya perubahan PSBB menjadi PSBL (Pembatasan Sosial Berskala Lokal) di lingkung Rukun Warga (RW) yang masih zona merah berhembus menjelang berakhirnya masa PSBB Jilid III pada 4 Juni 2020. Malahan sudah disebut daerah-daerah mana nantinya yang akan menerapkan PSBL.

Memperhatikan hal itu, pakar epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya Laura Navila Yamani menyarankan agar pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di wilayah Jakarta dapat diperpanjang kembali.

Menurut Laura, PSBB di Ibu Kota perlu diperpanjang lagi usai masih banyak warga yang belum menjalankan protokol kesehatan. Padahal protokol kesehatan ini adalah bagian dari pola hidup yang baru alias new normal ditengah pandemi Covid-19.

"Padahal untuk menghadapi kehidupan baru atau new normal itu harus menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Beberapa hari belakangan ini saja, jalanan di Jakarta sudah kembali ramai saat pemerintah pusat melemparkan ide untuk new normal. Mal-mal sudah berancang-ancang untuk buka. Kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan masih rendah, sehingga apabila dipaksakan akan sangat berisiko naiknya angka positif di Jakarta.

Disamping itu, dia berharap kedepannya Pemerintah Daerah dapat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan ini. Karena sejatinya PSBB adalah sebuah upaya untuk menghambat kasus positif Covid-19 secara jarak pendek.

"Jadi memang harapannya untuk dari PSBB itu kan jangka pendeknya adalah penyulutan kasus, jangka panjangnya adalah membuat habit dari masyarakat yang paham tentang protokol kesehatan. Apalagi covid belum ada obat dan vaksin," tandasnya.(AN/OK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.