Header Ads

https://daihatsu.co.id/

POS KOTA Diputus Bayar Pesangon dan Pensiun Tiga Mantan Wartawannya

Boyamin Saiman, SH. Kuasa Hukum tiga mantan wartawan POS KOTA. Foto : Ist.
Jakarta -
Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan 3 orang mantan wartawan koran Pos Kota melawan PT Media Antarkota Jaya (penerbit Koran Pos Kota), pada Rabu (3/6/2020).

Putusan tersebut tertuang dalam putusan No. 16/Pdt.Sus – PHI/2020/PN. JKT. PST dengan Ketua Majelis Hakim Bintang AL, dan sebagai hakim anggota Mas Muanam dan Heri Hartanto, sementara panitera Irwan Fathoni.

Kuasa hukum mantan wartawan Pos Kota, Boyamin Saiman, SH didampingi Rizky Dwi Cahyo Putro, SH dan Lefrand, SH dalam rilisnya menyebutkan, gugatan ini diajukan pada tanggal 13 Januari 2020 oleh 3 mantan wartawan yang telah pensiun 2 dan 3 tahun namun uang pensiun dan pesangon mereka belum dibayarkan hingga gugatan didaftarkan di PN Jakpus.

Mereka mengemukakan, Majelis Hakim PHI memutuskan di mana mantan wartawan dan hak pesangon yang dikabulkan majelis hakim adalah sebagai berikut :

a. Abdul Haris Irawan (penggugat I), jumlah total sebesar: Rp 180.426.147 (seratus delapan puluh juta empat ratus dua puluh enam ribu seratus empat puluh tujuh).

b. Sugeng Indarto (Penggugat II), jumlah total sebesar : Rp249.215.000 (dua ratus empat puluh sembilan juta dua ratus lima belas ribu rupiah).

c. Syamsir Bastian (Penggugat III), jumlah total sebesar : Rp235.927.547 (dua ratus tiga puluh lima juta sembilan ratus dua puluh tujuh ribu lima ratus empat puluh tujuh).

Dengan dikabulkannya gugatan ini, mereka berharap Dirut PT Media Antarkota Jaya, Azisoko, putra H.Harmoko, Menteri Penerangan era Pak Harto, segera membayarkan hak pensiun dan pesangon mantan wartawan tersebut karena sudah tertunggak cukup lama dan teriring doa semoga Pos Kota tetap berjaya setelah membayar kewajibannya membayar hak pensiun dan pesangon.

“Kami menyadari saat ini industri Koran sedang menurun namun hal ini tidak menggugurkan hak pensiun dan pesangon dari mantan wartawannya karena apapun ketiganya ikut membesarkan Pos Kota dengan pengabdian menjadi wartawan Pos Kota selama 26 hingga 31 tahun,” jelas Boyamin Saiman, usai sidang putusan di PHI pada PN Jakpus.

Menurut Boy, hak pensiun adalah komponen gaji yang dipotong tiap bulan dan dikelola oleh perusahaan untuk mendapat nilai tambah ketika pensiun sehingga wajib hukumnya untuk dibayar ketika wartawan telah pensiun.

“Kami berharap industri media massa tetap berjaya dan mampu memberikan kesejahteraan kepada karyawan yang masih bertugas dan pensiun,” pungkas Boy. (OI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.