Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Sejumlah Petuga Lapangan Gugus Tugas Covid-19 Kota Tikep Mengeluhkan Belum Dibayarkannya Tunjangan Mereka

Wakil Ketua I DPRD Kota Tikep Mochtar Djumati. Foto : Sukadi
TIDORE
- Sejumlah petugas gabungan yang bertugas di lapangan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona disease 2019 atau covid-19 di Kota Tidore Kepulauan, mengeluhkan terkait dengan uang insentif tahap II yang hingga kini belum juga dibayarkan.

Uang insentif tersebut per orangnya sebesar Rp150 ribu terhitung sejak tanggal 28 Mei hingga 10 Juni 2020 itu belum juga dibayarkan.

Kondisi tersebut diungkapkan salah satu petugas yang namanya minta disembungikan, Selasa (30/6/2020).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan uang insentif saat melakukan tugasnya itu.

"Kalau untuk di bulan Ramadhan masih dapat, tapi tahap II mulai dari 28 Mei - 10 Juni 2020 hingga saat ini belum juga dibayarkan, belum lagi honor sebelumnya ada pemotongan pajak, padahal yang kami tau tidak ada potong pajak," ungkapnya kepada wartawan.

Kondisi sejumlah petugas itu mendapat perhatian dari DPRD Kota Tidore Kepulauan, dalam hal ini Wakil Ketua I Mochtar Djumati.

Menurut Mochtar, terkait dengan keluhan tersebut pihaknya sudah mendengarkan, baik itu dari TNI, Polri maupun Petugas Kesehatan.

"Petugas baik dari TNI, Polri dan Petugas Kesehatan juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan uang insentif dan uang makan mereka itu tidak dapat semenjak tanggal 28 Mei 2020, itu sampai sekarang belum dapat," kata Mochtar.

Lebih lanjut, Mochtar mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat dengan sejumlah Dinas terkait untuk membahas masalah keluhan sejumlah petugas itu.

"Kami (DPRD) mau menggelar rapat besok ini juga salah satunya adalah terkait dengan pembicaraan sejumlah petugas itu.  Jadi mudah-mudahan terkait dengan penanganan Covid-19 ini semua bisa teratasi," ujarnya.

Selain itu, Mochtar juga mengatakan, hingga saat ini penanganan covid-19 di Kota Tidore Kepulauan belum bisa diukur progresnya secara jelas.

"Ada tiga hal yang selalu kami sampaikan, penanganan kesehatan, social safety net, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sampai saat ini kita belum melihat ada sesuatu yang tepat hingga belum bisa mengukur progresnya seperti apa," pungkasnya. (LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.