Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tahun ini 70 Calon Jamaah Haji Asal Halteng Batal Berangkat

Kemenag telah membatalkan ibadah haji tahun 1441 H ini. Sebanyak 70 CJH Halteng batal berangkat.
WEDA -
Meskipun mendapatkan kritikan dari beberapa pihak, Kementerian Agama telah memutuskan membatalkan keberangkatan haji tahun ini. Putusan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Agama Rebuplik Indonesia Nomor : 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelengaraan Musim Haji Tahun 1441 H/2020 M itu membawa dampak tak hanya jamaah haji namun juga perusahaan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh.

Akibat dari putusan pembatalan itu, 70 orang Calon Jamaah Haji (CJH) musim haji 1441 H/2020 M asal Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) batal berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

“Tahun ini untuk Calon Jamaah Haji Halteng batal berangkat, sesuai surat keputusan menteri agama RI yang disampaikan langsung oleh menteri agama. Pembatalan CJH bukan hanya Indonesia tapi seluruh dunia sebagai mana keputusan dari negara pelaksanaan haji Arab Saudi,” ungkap Kasi Haji dan Umroh Kemenag Halteng H. Aksa Muhammad S.Ag saat dikonfirmasi wartawan via ponsel, Rabu (3/6/2020).

Aksa memaparkan, sebanyak 70 orang CJH asal Kabupaten Halteng batal berangkat di musim haji tahun 1441 H/2020 M, akan diberangkat pada musim haji tahun 1442 H/ 2021 M . "CJH yang gagal berangkat pada tahun 2020 akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2021," tambahnya.

Untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPI) bagi jamaah yang batal berangkat akan diberi dua opsi, yang pertama bisa jamaah mengambil ulang BIPI atau bila ditarik/ambil maka jamaah tersebut belum lakukan pelunasan ditahun 2021. Opsi kedua, bilamana jamaah tidak ambil BIPI, maka akan dikelola oleh Badan Pengelolah Keuangan Haji (BPKH),” tambah Kasi.

Bilamana tidak mengambil BIPI, maka nilai manfaat hasil pengelolaan setoran pelunasaan BIPI diberikan penuh oleh BPKH kepada jamaah haji pada penyelengaraan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M , paling lambat tiga puluh hari kerja Pemberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) pertama pada penyelengaraan musim haji tahun 1442 H/2022 M.

"Untuk pelunasan biaya ongkos naik haji apakah ada perubahan nanti kita lihat Kepresnya, karena tiap tahun tergantung Kepresnya," ujar Aksa.

Jamaah haji yang batal berangkat dikarena jamaah meninggal dunia atau halangan lain masih pakai regulasi terbaru, dimana pengalihan nomor porsi seadainya istrinya meninggal bisa diganti oleh suami atau anak tergantung kesepakatan keluarga,nanti dibuat surat pernyataannya. 

"Untuk kouta tambahan belum ada regulasi atau keputusan, kalau pada musim haji 1440 H/2019 ada tambahan sebanyak 20 orang yang prioritas jamaah lanjut usia, untuk musim haji tahun 1441 H/2020 M dan Musim haji tahun 1442 H/2021 M belum ada. Semua kuota tambahan masih menunggu regulasi atau keputusan menteri agama RI,” tutupnya.(DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.