Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tim Media Center AMAN Jilid 2 Laporkan Boym Cakra Terkait Status Medsosnya

Boym cakra alias Abdurahim Saraha. Foto : Masdar Hi Ahmad 
Sofifi - Terkait dengan viralnya status di media sosial facebook atas nama Boym Cakra mendapat tanggapan dari berbagai kalangan bahkan sampai ke Kepolisian.

Hal ini membuat Boym Cakra alias Abdurahim Saraha angkat bicara melalui rilis disampaikan ke media ini Senin (1/6/2020) kemarin. Ia mengatakan, apa yang disampaikannya itu berdasarkan fakta di lapangan, dan bahkan status dia itu diungkapkannya tidak menyinggung atau merugikan siapa pun. "Kok saya dilaporkan, inikan aneh," tandas Boym Cakra.

Lanjut Boym, sapaan akrab Abdurahim Saraha,  sebagai warga negara yang taat hukum, dirinya akan merespon baik laporan polisi yang dilakukan oleh Tim Media Centre pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Ali Ibrahim dan Muhammad Senen (Aman) Jilid 2 yang berada di wilayah Oba.

Status Boym di facebook itu berbunyi, "KLU DATA TIM SUKSES YANG AMBIL HASILNYA SEPERTI BEGINI". Dia melampirkan salah satu link berita online berjudul "2.000 keluarga di Tikep tak dapat Bansos".

Menurut Boym pernyataan Wakil Ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan Mochtar Djumati terkait Bansos (bantuan sosial) oleh 2000 warga Tidore Kepulaun yang terdampak Covid-19 dan belum menerima haknya adalah valid dan sesuai apa yang terjadi di lapangan. Ini terbukti dari satu hari setelah pernyataan Mochtar Djumati masih ada warga yang melaporkan diri ke kelurahan dan desa bahwa mereka belum menerima bansos dimaksud.

Dengan status saya di facebook, mereka yang katanya tim sukses AMAN itu merasa dirugikan, sehingga langkah yang mereka ambil untuk melaporkan ke Kepolisian.

"Seharusnya saudara Sunardi harus paham tulisan saya, baru ambil langkah melapor, sehingga Sunardi tidak salah mengambil keputusan, alias gagal paham," ucapnya.

Masih Boym, terkait laporan polisi oleh Sunardi Hamid, salah satu tim media centre AMAN jilid 2,  ia menandaskan bahwa itu adalah keliru dan tidak mendasar. Ia menandaskan, dirinya tidak menyebutkan tim sukses mana karena bagi saya bantuan sosial masyarakat terdampak covid-19 adalah tupoksi pemerintah. Ia juga mengatakan, "AMAN jilid 2 adalah produk politik Pilkada 2020 jadi tidak ada hubungan sama sekali dengan status saya di medsos, mereka sendirilah yang mengkait kaitkan urusan pemerintah dengan tim sukses. Ada apa?",

"Intinya saya menghargai laporan itu nanti di Polisi kita buktikan, mana yang benar dan mana yang salah," tutupnya.

Sampai berita ini dimuat, pihak Polsek Oba Utara dan Sunardi Hamid tidak dapat di hubungi. (DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.