Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tuding Penggunaan Dana Haji Sewaktu SBY Berkuasa, Politisi PKPI Malah Kena Skakmat

Politisi PKPK Gusnaidi Hetminado alias Teddy Gusnaidi menjadi mendapat serangan balik netizen ketika dia mengatakan menjadi bagian dan andil dalam menjatuhkan Soeharto.
Jakarta
-Penggunaan Dana Haji oleh pemerintahan sekarang ini banyak yang mengecam. Terakhir, tatkala ada ungkapan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggita Abimanyu soal dana pelunasan haji yang rencananya akan dipergunakan untuk menstabilkan nilai rupiah.

Sontak, rencana itu ramai ditentang. Belum lagi soal penggunaan dana haji yang tidak sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Publik pun semakin dibuat gerah oleh pernyataan-pernyatan yang kurang elok dari barisan pendukung pemerintahan. 

Salah satu pernyataan itu keluar dari Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Gusnaidi Hetminado alias Teddy Gusnaidi. Teddy menyoal kebijakan penggunaan dana Haji di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Menurut Teddy, di era kepemimpinan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dana haji pun pernah diinvestasikan ke infrastruktur. Lalu ia pertanyakan, mengapa hal tersebut tak bisa dilakukan kembali di era Presiden Jokowi?,” tulis Teddy di akun @TeddyGusnaidi mengutip tulisan di media massa.

@TeddyGusnaidi menyebut SBY melanggar UU nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.

Soal tudingan Teddy itu, politisi Demokrat Adamsyah WH di akun Twitter @DonAdam68 membantah tudingan @TeddyGusnaidi.

“Pada tanggal 17 Oktober 2014 UU No. 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji disahkan DPR. Artinya, setelah UU ini terbit, Pengelolaan Dana Haji wajib taat seperti apa yg tertuang dalam UU tsb. Mengerti kau Tol?,” tulis @DonAdam68.

Cuitan @TeddyGusnaidi melebar. Teddy menuding pihak yang menyerukan pemakzulan Jokowi merupakan kelompok pengecut.

Menurut Teddy, pada zaman Orde Baru (Orba), kelompok tersebut tak berani keluar rumah. Anehnya, pada zaman reformasi kelompok itu justru koar-koar pemakzulan Jokowi.

Menanggapi cuitan @TeddyGusnaidi, netizen pun ramai-ramai membongkar latar belakang Teddy yang mengaku sebagai aktivis 1998. Data diungkap. Ternyata di data caleg PKPI, Teddy hanya tercatat sebagai lulusan SMK.

Teddy mengakui memang tidak lulus kuliah, tetapi sempat menjadi siswa di BSI. Kembali lagi Teddy ditelanjangi netizen. Terungkap bahwa Teddy adalah pecatan BSI. Teddy merupakan pecatan AMIK BSI Jakarta dengan status dikeluarkan.

Tak berkutik ditelanjangi netizen, @TeddyGusnaidi: “Nah clear ya.. Tks atas datanya. Tahun 97 masuk, harusnya tahun 2000-an selesai. Sibuk kerja, bermusik dan urus organisasi buruh sehingga walau sudah jalani 6 semester, tidak menyelesaikan tugas akhir, sampai akhirnya dinyatakan DO. Ini contoh yang tidak bagus, jangan ditiru.”
 
Sindiran keras untuk Teddy pun dilontarkan aktivis buruh Iyut VB. “...Sudah ada tanggapan  @TeddyGusnaidi soal data KPU yang seliweran sejak kemarin? Kalo belum, nitip lagi pertanyaan: 1. Gimana caranya sales kartu kredit 1998 bisa pede klaim sebagai aktivis mahasiswa, sementara lulusannya cuma STM?. 2. Gimana caranya jadi caleg dapat suara 0?,” sindir Iyut di akun @kafiradikalis.(GR/AR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.